Tag Archives: Punggelan

Kunang Kunang di Bukit Sikunang

Tiba-tiba sepeda motor saya hentikan, saat di depan sana menemui jalan dua arah. Satu menurun dan yang lainnya menanjak. Sejenak saya menghela nafas dan mencoba mengecek aplikasi google maps di layar gawai.

Bukannya menemukan titik terang, malah sebaliknya. Pusing. Ya, saya adalah tipe orang yang sebenarnya tidak bisa membaca peta.

Pernah kejadian beberapa tahun yang lalu saat tersesat di tengah hutan. Beberapa puluh menit hanya berputar-putar. Sementara hujan dan sore semakin mendekat. Baca cerita [lost in gandong waterfall] pengalaman saat tersesat mencari curug di tulisan ini!!.

Continue reading

Keseruan GPS #1

Saat ini, berbagai macam komunitas yang berangkat dari hobi semakin berkembang saja. Salah satunya adalah para pecinta motor trail.

Tak hanya tersebar di kota-kota besar saja namun kini merambah hingga ke pelosok pedesaan. Sebut saja kini di Kecamatan Punggelan-Banjarnegara akan diadakan even untuk pertama kalinya yang boleh dibilang level nasional.

Dari peserta yang ikut serta, ada yang berasal dari Kalimantan, Jawa Barat, Jawa Timur, Jogjakarta dan tentu saja berbagai daerah di wilayah Jawa Tengah. Continue reading

Bertemu Pak Rasim di Grujugan Kramat

Berawal dari cerita rekan kerja akan keberadaan sebuah curug di Dusun Kepering, Desa Punggelan, Banjarnegara, membuat rasa penasaran saya begitu besar.

Dari Eka lah, semua rasa penasaran saya itu bermula. Rumahnya yang berada di Dusun Kepering, Kebunnya yang tak jauh dari lokasi curug hingga cerita-cerita dari mulutnya yang selalu membuat rasa penasaran saya yang mendengarnya dan ingin membuktikan sendiri seperti apa rupanya. Continue reading

Kisah Manis di Pasar Manis

Hiruk pikuk dan sorak sorai gempita menyambut pergantian tahun seakan tidak berefek apa-apa bagi saya pribadi beserta keluarga besar di rumah.  31 Desember Malam, bapak, ibu, adik dan keluarga kakak berkumpul di rumah hingga pukul sepuluh malam lebih. Tak ada tradisi bakar-bakar ayam maupun ikan. Hanya makan seperti biasa disertai iringan celotehan dan juga sendau gurau saja.

Hingga hampir tengah malam pun suasana malam masih begitu sepi, maklum kami tinggal di desa. Hiruk pikuk perayaan pergantian tahun baru seakan tidak terlalu berpengaruh signifikan. Hanya sesekali deru sepeda motor yang berlalu lalang di jalan raya depan rumah, sisanya sorak sorai keriuhan dari balik layar televisi. Continue reading

10 Hal Unik Dari Karnaval Kemerdekaan HUT Ke 71 RI di Desa Karangsari

Pagi-pagi sekali, terdengar suara riuh dari arah dapur rumah ini. Samar-samar saya pun tersadar dari tidur lelap dan mencari tahu dari mana asal suara ribut pagi-pagi ini. Belakangan saya sadar jika suara riuh tadi berasal dari dapur rumah. Tidak seperti biasanya, ibu sejak subuh sudah menanak nasi serta menyiapkan lauk pauknya.

Ada gerangan apa dan tumben-tumbenan ibu bersikap aneh seperti ini?

***

Malam sebelumnya,

Sekitar pukul 19.00 malam tiba-tiba ada orang bertamu, Rahmat namanya-salah satu pemuda di kampung yang hendak memberikan kabar kepada saya serta adik untuk mengikuti rapat yang diadakan kelurahan, kemudian dilanjutkan kumpul di rumah bapak RT.

Saya pun hanya mengiyakan saja setelah tahu jika malam ini hendak diadakan rapat persiapan karnaval kemerdekaan yang baru pertama kali diadakan di desa Karangsari ini. Padahal saya termasuk orang yang malas mengikuti kegiatan yang diadakan desa (jangan ditiru sikap saya ini).

Saya menceritakan undangan rapat tadi kepada ibu dan tidak disangka ibu malah antusias untuk ikutan.  Saya pun melanjutkan aktivitas membaca sore itu dan memang sudah diniatkan untuk tidak ikut berpartisipasi dalam acara karnaval tadi.

Tapi tidak dengan ibu, beliau malah langsung ikutan rapat dan pulang-pulang sudah mendapat “jatah kostum” sebagai mbok-mbok penjual jamu gendong. Makin antusiaslah beliau dengan mempersiapkan jarit dan juga kebaya berwarna senada putih dengan bakul, botol jamu dan topi caping gunungnya. Continue reading