Tag Archives: Pasar Wage

Suatu Pagi di Minggu Wage

Muka masam, pipi bengkak dengan bibir menjadi tebal sudah dua hari ini singgah di depan mataku. Tak lain dan tak bukan sedang betah bertamu di tubuh ibu. Jangankan berkata keras-keras, hanya sekedar menggerakan langkah kaki menuju dapur saja sudah bikin telinga ibu  menjadi awas. Sewaktu-waktu kata-kata pedas bisa tiba-tiba saja terlontar dari bibirnya. Jangan sekali-kali perang mulut saat kritis seperti ini, bisa-bisa aku babak belur dengan apa yang terucap dari bibirnya.

Sudah tiga hari ini, ibu sedang merasakan sakit gigi. Penyakit yang kata orang sakitnya, nyerinya luar biasa akan tetapi tak seorang pun yang sudi membesuk. Mungkin karena dikira penyakit biasa, “ah palingan sakit gigi, datang tiba-tiba-hilang juga tiba-tiba”. Malah ibuku sering berujar jika sakit giginya sedang kambuh, “biarlah, sakit giginya singgah hingga bosan, jangan dulu diobati. Jika saatnya belum tiba, mau diobati obat termanjur apapun, takkan pergi itu rasa nyeri”. Entahlah, kata-kata seperti itu sering terlontar begitu saja saat dulu aku pun merasakan sakit gigi hingga sekarang bergantian menimpa ibu. Continue reading