Tag Archives: Pasar Manis

Panggil Saja, Pak Yono Jam!

Sebuah lorong sempit, pengap, dan penuh dengan sampah yang berceceran menjadi pemandangan yang jamak ditemui saat ke pasar tradisional. Jalan setapak yang dipenuhi lalu lintas manusia silih berganti menjadi lalu lalang orang-orang menuju arah masing-masing.

Kali ini saya bukan hendak berbelanja sayur mayur maupun kebutuhan sehari-hari melainkan ingin mencari tukang reparasi jam tangan. Sebuah pekerjaan yang lumayan jarang ditemui untuk saat ini tapi mereka masih terus eksis walaupun jumlahnya langka.

Gegap gempita merayakan pergantian tahun seakan tak terasa di kampung kami. Semua berjalan seperti biasanya. Pun dengan orang-orang yang tetap ramai memarkirkan kendaraan mereka yang memenuhi separuh jalan raya. Satu yang pasti, pasar di kampung kami tak pernah sepi oleh pengunjung. Continue reading

Kisah Manis di Pasar Manis

Hiruk pikuk dan sorak sorai gempita menyambut pergantian tahun seakan tidak berefek apa-apa bagi saya pribadi beserta keluarga besar di rumah.  31 Desember Malam, bapak, ibu, adik dan keluarga kakak berkumpul di rumah hingga pukul sepuluh malam lebih. Tak ada tradisi bakar-bakar ayam maupun ikan. Hanya makan seperti biasa disertai iringan celotehan dan juga sendau gurau saja.

Hingga hampir tengah malam pun suasana malam masih begitu sepi, maklum kami tinggal di desa. Hiruk pikuk perayaan pergantian tahun baru seakan tidak terlalu berpengaruh signifikan. Hanya sesekali deru sepeda motor yang berlalu lalang di jalan raya depan rumah, sisanya sorak sorai keriuhan dari balik layar televisi. Continue reading