Tag Archives: famtrip

Ibu Sumirah dan Batiknya

Berada di ujung barat Banjarnegara, Desa Panerusan Wetan masuk dalam Kecamatan Susukan. Sebuah Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Banyumas di sebelah barat. Jalur yang saya lewati pun berada pada jalan provinsi. Membentang dari Banyumas-Banjarnegara hingga Semarang.

Saya sebenarnya pernah dua kali berkunjung ke desa yang penuh dengan potensi dan budaya ini. Beberapa waktu yang lalu pernah mengikuti acara tahunan yaitu Nyadran Gede dan Festival Ujungan. Keduanya berada di Desa Gumelem Wetan dan Kulon. Bertetanggaan dengan Desa Panerusan Wetan dan Kulon. Keempatnya sama-sama menjadi sentra batik khas Banjarnegara. Continue reading

Apa Kabar Mustika Keramik Klampok?

Terakhir kali menginjakkan kaki di Mustika Keramik Klampok beberapa tahun yang lalu bersama Faizal Arif Santosa, salah seorang blogger yang saya kenal karena famtrip. Kini saya sudah di sini, di tempat ini kembali. Romansa kembali terulang. Kembali bersama teman-teman baru dari berbagai daerah dan ragam profesi.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara lah yang membawa saya ke sini. Semuanya masih sama, berhenti pada jalanan lebar yang menghubungkan Banjarnegara dengan Purwokerto hingga Semarang. Pun dengan kondisi di kanan kirinya berupa deretan kios-kios yang memajang hasil karya keramik beraneka bentuk dan ukuran. Semuanya masih sama, masih sepi saja.

Cerita mengenai kunjungan ke Mustika Keramik Klampok, sejarah berdirinya hingga bertahan detik ini, sudah saya tulis lengkap di sini.

Continue reading

D’Qiano, Hot Spring Water Park Tertinggi di Dataran Tinggi Dieng (2)

Kini tempat wisata yang beberapa menit yang lalu masih ramai oleh celotehan para finalis Kakang-Mbekayu Banjarnegara tahun 2016 ini kondisinya sudah sepi. Hanya tersisa kami para rombongan blogger fam trip yang berjumlah 5 orang plus 3 orang dari orang dinas Pariwisata yang rencananya akan menginap di salah satu kamar yang disediakan oleh D’Qiano Hot Spring Water Park.

Baca cerita sebelumnya di sini.

Hari makin gelap, kabut pun perlahan turun dan menutupi lokasi tempat wisata ini. Hawa dingin perlahan menusuk hingga ke tulang rasanya. Karena kami datang ke sini saat musim penghujan, sore hari ini kawasan Dataran Tinggi Dieng ini pun diguyur hujan yang cukup deras. Continue reading

D’Qiano, Hot Spring Water Park Tertinggi di Dataran Tinggi Dieng (1)

Terkadang, jika ingin menikmati “surga dunia” kita harus bersabar melewati lika-liku jalan yang bisa saja mulus maupun sebaliknya. Seperti kata pepatah “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian”. Sebenarnya untuk kondisi yang kami alami ini masih lumayan mending karena akses menuju “surga dunia” kali ini tidaklah penuh rintangan yang berarti. Hanya saja bagi yang belum terbiasa merasakan sensasi melewati jalan naik-turun-berkelok-kelok plus yang mudah mabok kendaraan tentu lain ceritanya.

“Selamat Datang di Dataran Tinggi Dieng-Banjarnegara”, mungkin kawasan yang berada di ketinggian ini sudahlah tidak asing lagi bagi para pelancong yang sudah khatam mengunjungi sudut-sudut cantik Jawa Tengah. Bagi yang memang belum sekalipun mampir ke sini, semoga dalam waktu dekat bisa singgah ataupun berlama-lama tinggal di sini. Continue reading

Menggembalakan Diri di Padang Savana-Pangonan-Dieng

Setelah sebelumnya rombongan fam trip bareng blogger sesi kedua berhenti sejenak untuk mengisi perut di warung makan sekitar objek wisata Candi Arjuna, Dieng, Banjarnegara-perjalanan dilanjutkan dengan mengendarai sebuah mobil berpelat merah milik dinas pariwisata kabupaten Banjarnegara menuju pintu masuk Sikunir-Padang Savana Pangonan. Ini merupakan sesi kedua fam trip bareng blogger yang sebelumnya pernah dilakukan pada bulan agustus kemarin yang berfokus mengeksplore Banjarnegara kota. Kali ini kami berkesempatan untuk sedikit mengeksplore Banjarnegara bagian atas, lebih tepatnya di dataran tinggi Dieng.

Sebuah mobil yang kapasitasnya seharusnya diisi oleh 6 orang, kini sesak duduk saling berhimpitan oleh 9 orang. Saya yang kebagian duduk pada bagian belakang harus rela menahan bokong yang hanya sedikit bisa duduk di atas jok mobil. Oh ya rombongan kali ini kurang lebih masih dengan blogger-blogger lama namun ada sedikit tambahan orang karena beberapa blogger tidak bisa hadir saat sesi fam trip kedua ini. Saya sendiri, Amir, Arif, dan Razin merupakan blogger lama ditambah tour guide kami yaitu mas Noer Jowo. Namun kali ini kami mendapat teman baru yaitu Havid yang berasal dari Wanayasa-Banjarnegara yang notabene masih satu kecamatan dengan Razin. Selain itu ada juga 2 orang tambahan lagi dari dinas pariwisata yang saat itu berkenan mendampingi kami, salah satunya adalah pak Aryadi Darwanto yang lumayan eksis di akun instagramnya.

Continue reading