Author Archives: Hendi Setiyanto

About Hendi Setiyanto

berbagi cerita dari Banjarnegara

Mengenal Lebih Dekat Cirebon Melalui Seni Musik Tarling

Kereta Api Kelas Bisnis Fajar Utama jurusan Stasiun Pasar Senen-Jogjakarta yang saya tumpangi kini telah mendekati Stasiun Cirebon.

“Kereta Api Fajar Utama sebentar lagi akan memasuki Stasiun Cirebon” terdengan suara perempuan yang khas melalui speaker sumbang kereta api tadi. Sontak membuat kaget saya yang sedari tadi terlelap tidur sejak berangkat dari Stasiun Senen.

Tak berapa lama setelah pengumuman tadi, kereta pun berhenti selama kurang lebih lima menit di stasiun ini.

Ada kejadian unik saat sepasang penumpang yang duduk di sebelah saya harus rela berpindah gerbong. Ternyata eh ternyata mereka salah masuk gerbong dan terpaksa terusir oleh penumpang dari Stasiun Cirebon yang baru saja masuk ke dalam gerbong ini. Continue reading

Donor Darah Itu Asyik

Kata beberapa orang yang saya temui, donor darah itu bikin ketagihan apalagi kalau lama tidak didonorkan. Donor darah itu membuat lemas setelahnya. Kalau tidak rutin membuat badan sakit-sakitan.

Itu adalah beberapa komentar orang-orang yang saya temui ketika membahas tentang donor darah. Namun belakangan saya baru sadar, jika komentar-komentar yang mereka lontarkan tadi tidak benar. Ya jelas saja, mereka belum pernah mendonorkan darahnya kok tapi sudah berasumsi seperti itu.

Kemudian saya tersadar, rasanya mumpung tubuh masih sehat dan bugar lebih baik sesegera mungkin mencoba mendonorkan darah. Continue reading

Semarang Old City Tour Part 2

Ini adalah lanjutan cerita tentang jalan-jalan di Kota Lama Semarang.

Jadi setelah hampir beberapa jam jalan kaki sambil membawa gembolan di punggung dan tangan, kami pun beristirahat di taman tak jauh dari Gereja Blenduk.

Tak terasa botol air minum yang saya bawa tinggal menyisakan beberapa tetes air saja. Memang cuaca Kota Semarang itu aduhai sekali. Membuat peluh terus mengucur hingga membasahi kaos.

Perjalanan berikutnya dilanjutkan dengan menyusuri trotoar jalan raya. Sesekali tercium aroma sedap dari celahnya, ya aroma bau khas got. Continue reading

Semarang Old City Tour Part 1

Mungkin ini masa-masa dimana saya sungguh butuh banyak energi untuk memulai kembali kebiasaan menulis terutama di blog ini.

Ada saat ketika saya bisa menulis satu postingan dalam sekali waktu. Pun ketika sedang bepergian pada pagi harinya dan harus memposting tulisan malamnya. Namun seiring berjalannya waktu, perlahan tapi pasti semuanya mulai berubah. Sama seperti kemampuan otot orang yang makin berumur tentu saja mengalami perlambatan. Continue reading

Pengalaman Mengikuti Bimtek Kepenulisan Sejarah di Semarang

Beberapa kali, saya menjadi orang yang terlalu optimis akan segala sesuatu. Mungkin ini perasaan yang baik saat selalu berpikir positif dalam menjalani hidup, namun saya melupakan sesuatu yang penting.

Bahwa dalam hidup, sering kali kita menemui berbagai kegagalan, pencapaian yang tidak sesuai harapan dan banyak hal lainnya. Lebih mengerucut lagi mengenai kegagalan demi kegagalan dalam mengikuti kompetisi menulis melalui media blog.

Pun saat salah seorang teman bloger mengajak saya mengikuti kompetisi menulis. Kali ini lebih spesifik tentang sejarah. Tiba-tiba mikir kalau itu benar-benar bukan hal yang mudah bagi saya. Continue reading