Author Archives: Hendi Setiyanto

About Hendi Setiyanto

berbagi cerita dari Banjarnegara

Sambutan Dari Solo

Waktu menunjukan pukul lima pagi. Dari jendela kamar di lantai tiga ini, saya bisa melihatĀ  terang dan redupnya lampu penerangan jalan setiap beberapa menit sekali.

Riuh orang-orang yang sedang berbicara seakan jelas terdengar di telinga. Walau saya berada di atas bangunan tiga lantai ini. Sesekali, saya melirik dan melihat cahaya terang dari balik tiraiĀ  jendela kamar yang sepertinya sudah lama tidak ditempati ini.

Tubuh sebenarnya sudah sangat lelah namun entah mengapa saat sudah benar-benar berada di atas kasur, rasa mengantuk belum juga menghinggap. Continue reading

Kunang Kunang di Bukit Sikunang

Tiba-tiba sepeda motor saya hentikan, saat di depan sana menemui jalan dua arah. Satu menurun dan yang lainnya menanjak. Sejenak saya menghela nafas dan mencoba mengecek aplikasi google maps di layar gawai.

Bukannya menemukan titik terang, malah sebaliknya. Pusing. Ya, saya adalah tipe orang yang sebenarnya tidak bisa membaca peta.

Pernah kejadian beberapa tahun yang lalu saat tersesat di tengah hutan. Beberapa puluh menit hanya berputar-putar. Sementara hujan dan sore semakin mendekat. Baca cerita [lost in gandong waterfall] pengalaman saat tersesat mencari curug di tulisan ini!!.

Continue reading

Sesaat di Pantai Burong Mandi

Senja sore itu begitu sepi dan damai. Tak terasa mobil yang kami tumpangi bersama Tim KitaINA sudah berhenti persis di depan sebuah patung burung yang berada persis di pintu masuk menuju pantai.

Suasana pantai sore itu begitu hening dan sepi. Tak banyak aktivitas berarti yang dilakukan oleh warga sekitar, kami pun tidak menemukan wisatawan lain, selain hanya kami berlima.

Pantai pasir putih yang ditumbuhi pohon kelapa serta pinus telah menyambut kami sesaat keluar dari dalam mobil. Continue reading

Datang dan ramaikan Yuk!! Acara Wing Craft Expo Banjarnegara

Menurut kalian, apa sih definisi dari kreativitas? Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah tadi baik melalui media cetak, maupun elektronik bahkan pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, terdapat kementerian yang mengurusi masalah kreativitas dan pariwisata yaitu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang saat itu dipimpin oleh Marie Elka Pangestu. Pada era pemerintahan Joko Widodo, tepatnya tanggal 20 Januari 2015, malah membuat sebuah badan khusus yaitu badan ekonomi kreatif (BEKRAF) yang dipimpin oleh Triawan Munaf, ayah dari artis Sherina Munaf.

Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau anggitan (concept) baru, atau hubungan baru antara gagasan dan anggitan yang sudah ada. Nah salah satu hal yang seharusnya saling terkait dari kata kreativitas tadi adalah Pemuda/Pemudi. Bisa dibayangkan kalau pemuda/di sudah penuh semangat, optimis dan tentu saja kreatif maka akan menghasilkan sebuah pemikiran baru atau malah gagasan baru demi kemajuan bangsa. Continue reading

Sebuah Cerita Dari Tambi

Pagi itu, terlihat perempuan-perempuan yang menggendong keranjang berjalan melewati jalan masuk menuju komplek perkebunan teh Tambi. Salah satu perempuan tadi bernama Sarwiji (55), buruh perempuan pemetik teh di kawasan agro wisata Tambi-Wonosobo ini, telah menggeluti aktivitasnya ini selama lebih dari 30 tahun. Satu hal menarik adalah, beliau memetik daun-daun teh tadi menggunakan alat khusus hingga bisa mempercepat proses pemetikan.

sarwiji

Ibu Sarwiji tengah memetik daun teh menggunakan alat khusus

Selepas sholat subuh, beliau dengan perempuan-perempuan lainnya sesama buruh pemetik teh sudah akan memulai aktivitas hariannya di pagi buta.

Suasana daerah Tambi yang berada pada ketinggian 1400 mdpl ini tentu saja berhawa dingin dan itu tak menyurutkan langkah mereka. Beliau dan rekan-rekannya dalam beberapa jam bekerja memetik daun teh sejak pagi buta hingga sekiitar pukul 8, dapat menghasilkan 1 kuintal pucuk daun teh. Continue reading