Author Archives: Hendi Setiyanto

Yang Tersisa Dari Suikerfabriek Klampok

Sepertinya sudah sering kali saya menulis tentang Kota Pusaka-Purwareja-Klampok di blog NDAYENG. Mulai dari cerita tentang bekas pabrik gula, kuburan peninggalan zaman Belanda, jalur rel kereta api, tentang keramik dan juga tentang gedung-gedung tuanya. Rasa-rasanya tak habis yang bisa diceritakan dari kota kecil di ujung Banjarnegara ini.

Baca cerita tentang Klampok di sini.

Kali ini saya akan berbagi cerita masih tentang Purwareja-Klampok namun saat ke sana ramai-ramai bersama tiga orang teman. Minggu pagi yang cukup cerah menjadi awal perjalanan kami (saya, Ela, Wedwi dan juga Halim). Continue reading

Keseruan GPS #1

Saat ini, berbagai macam komunitas yang berangkat dari hobi semakin berkembang saja. Salah satunya adalah para pecinta motor trail.

Tak hanya tersebar di kota-kota besar saja namun kini merambah hingga ke pelosok pedesaan. Sebut saja kini di Kecamatan Punggelan-Banjarnegara akan diadakan even untuk pertama kalinya yang boleh dibilang level nasional.

Dari peserta yang ikut serta, ada yang berasal dari Kalimantan, Jawa Barat, Jawa Timur, Jogjakarta dan tentu saja berbagai daerah di wilayah Jawa Tengah. Continue reading

Sebelum Meninggalkan Pulau Belitong

Rasa mengantuk dan capek masih menghinggapi perasaan saya saat ini.

Perjalanan dari Pantai Laskar Pelangi beberapa jam yang lalu, harus berakhir buru-buru karena hujan menyergap.

Kami dan rombongan Trip Belitong KitaINA harus beranjak pergi meninggalkan jalanan di pinggiran pantai menuju Kota Tanjung Pandan.

Cukup jauh memang, walaupun pulai Belitong ini mungkin tidaklah terlalu luas dengan kondisi jalan yang sepi dan lebar memudahkan perjalanan namun waktu yang ditempuh tidaklah cepat. Continue reading

Santai-Santai di Bukit Berahu

Ada begitu banyak pantai-pantai cantik berpasir putih yang bisa dikunjungi saat berkesempatan menginjak tanah Belitong.

Kali ini saya dan teman-teman rombongan (Pemenang Trip KitaINA) berkesempatan mengunjungi sebuah pantai sepi yang tidak terlalu luas namun cukup romantis.

Akses menuju pantai ini pun lumayan unik. Karena pantai tentu di pinggiran letaknya, akses ke sana harus ditempuh dengan jalanan yang menanjak.

Mobil yang kami kendarai harus melewati jalanan yang menanjak dan berakhir di sebuah bukit dengan pepohonan yang rindang. Setelah memarkirkan mobil, kami bergegas menuju bibir pantai. Continue reading

Delapan Jam di Kotu

Waktu menunjukan pukul delapan pagi. Suasana Kota Jakarta sudah begitu ramai saat itu. Selepas mandi saya pun bergegas menuju sebuah warung Tegal yang letaknya tak jauh dari tempat menginap.

Sekedar informasi, semalam saya bukan menginap di hotel melainkan di kos-kosan teman lama yang baru saja saling mengenal. Aditya Indi nama teman lama tadi. Ia merupakan teman satu sekolahan saat masih duduk di bangku SMK. Ia sebenarnya tidak kenal siapa saya namun sebaliknya, saya mengenalnya karena ia merupakan anggota OSIS. Continue reading