Suka Duka Menjadi Anggota KPPS Pada Pemilu 2019

Awalnya saya tidak menyangka jika harus tercebur menjadi anggota KPPS.Mungkin banyak yang belum tahu kepanjangan dari KPPS yaitu Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara.

Mulai dari pemilihan Bupati, Gubernur maupun yang sekaligus seperti pada April 2019 ini. Yaitu pemilihan Presiden/Wakil Presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Setiap anggota KPPS terdiri dari 7 orang panitia dan 2 orang Linmas/Hansip.

Sebelum menjelang hari H. Biasanya kami berkumpul terlebih dahulu untuk membahas mengenai DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang akan dijadikan acuan untuk menyebar undangan pencoblosan (formulir C6).

berkumpul dengan anggota KPPS lainnya untuk menyiapkan perlengkapan

Pekerjaan pun dimulai dengan menulis surat undangan tadi untuk kemudian disebar ke masing-masing orang yang ada di DPT.

Salah satu nilai positifnya adalah kami menjadi lebih mengenal penduduk yang beberapa malah tahu nama aslinya dari nama yang ada di DPT.

Selebihnya menjadi ajang silaturahmi untuk mengenal lebih dekat tetangga dekat maupun jauh.

Mengikuti Bimbingan Teknis Tingkat Kecamatan

Beberapa minggu sebelum menjelang hari H pencoblosan, kami tim KPPS sudah mulai bekerja mulai dari mengikuti BIMTEK maupun harus berkumpul sekedar membahas hal-hal apa saja yang harus diperhatikan.

mengikuti bimtek di kecamatan yang terdiri dari seluruh anggota KPPS dari tiga desa

Ndilalah, hari-hari tersebut cuaca di Banjarnegara kurang mendukung yang ditunjukan dengan seringnya hujan lebat yang mengakibatkan beberapa pertemuan harus ditunda.

Saya pun di bulan April ini lumayan cukup banyak agenda yang harus diikuti. Pun saat hari minggu selepas pulang dari Purbalingga sore harinya langsung dilanjutkan dengan kewajiban mengikuti pertemuan di tingkat PPS (Panitia Pemungutan Suara) di Balai Desa masing-masing. Baru saja pulang langsung disamber ketua KPPS untuk mengikuti rapat di tengah hujan deras brrrr.

Pun saat beberapa hari menjelang pencoblosan, kami bertiga dari masing anggota KPPS harus mengikuti BIMTEK di Tingkat Kecamatan. Yang membuat sedikit was-was adalah pelaksanaannya yang dilakukan saat malam hari yaitu mulai pukul 19.00 Wib hingga tengah malam. Dan ndilalahnya lagi, selepas acara tadi saya harus bergegas berkemas untuk kegiatan di Jogjakarta. Walhasil saya pun sudah mempersiapkan segalanya mulai dari perbekalan dll.

Alhamdulillah selesai tepat pada waktunya dan saya pun langsung menuju bis yang akan membawa saya menuju Jogjakarta.

Persiapan Sebelum Hari Pencoblosan

Sehari menjelang pencoblosan, kami disibukan untuk menulis undangan pencoblosan dan langsung memilah-milah sesuai dengan anggota keluarga yang ada di DPT. Selepasnya kami harus membagikannya langsung ke rumah-rumah warga.

Walaupun agenda rutin setiap 5 tahunan karena ini bukan kali pertama saya menjadi anggota KPPS namun tetap saja sering lupa dengan tata caranya apalagi di tahun 2019 ini pemilu langsung untuk 5 kotak yaitu Pilpres, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan juga DPRD Kabupaten.

Membayangkan berapa lembar surat suara yang ukurannya segambreng saja sudah membuat pusing belum lagi dengan urusan administrasi selepas penghitungan surat suaranya.

bekerja hingga malam untuk mempersiapkan keperluan pencoblosan

Di pemilu kali ini kami juga membuat semacam kotak kardus yang dibuat sedemikian rupa untuk dijadikan sebagai tempat surat suara per partai dan nomor caleg (calon legislatif) untuk memudahkan dalam proses perhitungan nantinya. Ini memang tidak wajib hanya kreativitas masing-masing anggota KPPS saja.

kardus-kardus yang dibuat sedemikian rupa untuk memudahkan penghitungan

 

potongan kardus-kardus yang dibuat sedemikian rupa untuk memudahkan penghitungan

Lagi-lagi hujan lebat mengguyur hingga malam sebelum pencoblosan. Perjuangan terasa saat harus menempel macam-macam atribut untuk kepentingan pencoblosan di tengah guyuran hujan hingga larut malam.

Syukurlah, lokasi TPS 003 yang akan kami gunakan berada di Aula pertemuan dan pengajian desa sehingga tidak perlu repot untuk membangun tenda, berbeda dengan TPS lain yang harus memasang tenda guna menghalau terik matahari dan juga hujan. Kami hanya perlu menata-nata kursi meja untuk keperluan anggota KPPS dan juga para pemilih nantinya.

Hari Pencoblosan Tiba

Hari pencoblosan pun tiba, selepas subuh saya sudah siap-siap dan jam 07.00 Wib pun seluruh anggota KPPS sudah berkumpul dan langsung dimulai saja.

Tak disangka jika antusiasme para pemilih di Pemilu 2019 ini begitu besar. Saat kami harus mempersiapkan administrasi untuk memulai pencoblosan, mereka terlihat sudah tidak sabar lagi dan beberapa orang terlihat memprovokasi petugas hmmmm memang butuh kesabaran ekstra tinggi.

suasana pencoblosan

Saat jalannya pencoblosan hingga jam 13.00 siang tidak ada halangan yang berarti hanya saja para pemilih terlihat sangat kesulitan saat harus mencoblos lima lembar surat suara yang keempatnya ukurannya sangat lebar dan terlihat kesusahan. Hal tersebut sangat kentara sekali ketika para lansia harus meminta bantuan untuk dipandu saat mencoblos dan yang bikin ribet, petugas harus mengisi formulir khusus untuk pencoblosan yang membutuhkan pendampingan.

Sisanya rata-rata kesulitan saat melipat surat suara seperti sedia kala dan juga yang paling krusial adalah saat memasukan surat suara ke kotak suara yang berjumlah 5. Perlu ekstra hati-hati dan panduan agar tidak salah masuk kotak karena bakalan membuat petugas ribet nantinya saat penghitungan suara.

Oh ya untuk pemilih yang mempunyai E Ktp sesuai domisili namun tak ada daftarnya di DPT panitia sudah menyiapkan formulir khusus untuk mereka. Pemilih khusus tadi bisa mencoblos mulai dari pukul 12.00-13.00 Wib.

Selepas istirahat, perhitungan pun dimulai dari kotak pilpres. Tak butuh waktu lama hingga proses perhitungan selesai.

Drama Dalam Proses Penghitungan Suara

Berikutnya yang krusial adalah saat membuka kotak suara DPR RI yang harus ekstra kerjanya. Bagaimana tidak, kami harus menggelar formulir Plano yang ukurannya lebar-lebar dan jumlahnya banyak untuk kemudian ditempelkan di tembok. Luar biasa memang pemilu kali ini.

Pada kotak kedua inilah, jeda waktu cukup lama hingga selesai selepas istirahat salat mahrib. Berikutnya pun pembukaan untuk  kotak ketiga hingga kelima yang memakan waktu hingga pukul 01.00 wib pagi berikutnya.

Rata-rata kesalahan penghitungan bisa sekali untuk kemudian diulang agar klop.

Nah yang paling krusial dan rasanya bikin capek adalah saat penulisan berkas-berkas mulai dari sampul, formulir dll yang jumlahnya sangatlah banyak. Untuk urusan tulis menulis, saya dibantu oleh satu orang hingga rasanya jari jemari pegal. Hmmmmm

suasana penghitungan dan pencatatan formulir plano yang jumlahnya banyak memenuhi tembok

Saat krusial inilah kesabaran, emosi, tenaga dan pikiran kami benar-benar diuji seutuhnya. Rasanya ingin menyerah saja namun mengingat tanggungjawab yang sudah disanggupi maka mau tidak mau harus menyelesaikannya secepat mungkin.

Walaupun sudah menjadi anggota KPPS yang kesekian kalinya akan tetapi ini adalah pengalaman pertama menjadi petugas yang harus mengisi dan menyelesaikan urusan administrasi yang berjibun dan ribetnya naudzubilah. Proses penyelesaian administrasi ini rampung hingga semua logistik kembali ke kotak suara masing-masing sekitar pukul 02.00 wib pagi.

Belum lagi sesi tanda tangan formulir yang harus dibuat rangkap banyak terutama untuk saksi yang berjumlah enam orang dan juga anggota KPPS tujuh orang.

Selepasnya kami harus menggotong kotak suara berjumlah lima tadi menuju balai desa dan harus digotong satu-satu menggunakan sepeda motor dibantu oleh LINMAS.

Pekerjaan belum selesai, di sini semua logistik tadi dicek kebenarannya satu persatu dipandu PPS (Panitia Pemungutan Suara) tingkat desa.

suasana subuh di tempat fotocopyan yang sengaja buka demi pemilu 2019

Proses ini selesai sekitar pukul 04.00 wib pagi hmmmm. Ini juga belum ditambah harus menggandakan formulir C beberapa kali.

Akhirnya selesai juga perjuangan yang bikin capek segala-galanya ini untuk kemudian bisa tidur di kasur tercinta.

Eitssss ternyata paginya sekitar pukul 08.00 wib pagi, kami masih harus kembali ke balai desa untuk mengisi salinan formulir C ke dalam versi digital dan pekerjaan ini berakhir sebelum waktu zuhur tiba.

Update tanggal 28 April 2019, malam-malam saya ditelpon anggota PPS (Panitia Pemungutan Suara) Desa untuk mengumpulkan Foto KTP untuk pemilih yang kemarin mencoblos menggunakan instrumen ini. Dan akhirnya selesai juga mengumpulkannya di tanggal 1 Mei 2019. Semoga ini benar-benar sudah selesai, huhhh.

Akhirnya benar-benar selesai juga pekerjaan yang saya dengar dari berita sampai menelan korban jiwa saking lelah dan semacamnya.

Mungkin masukan saja, ke depannya KPU dan pihak terkait bisa mempertimbangkan kembali gelaran pemilu yang dilakukan serentak karena membuat ribet segala-galanya.

Kapok? Kalau pas ingat kemarin iya, tapi kalau pemilihan yang lain rasanya bisa saja tergantung apa masih dibutuhkan atau tidak tenaga saya ini.

16 thoughts on “Suka Duka Menjadi Anggota KPPS Pada Pemilu 2019

  1. Avant Garde

    banyak suka dukanya ya mas, alhamdulillah bisa lancar pemilu tahun ini dan saya senang sekali karena bisa nyoblos di tanah rantau meskipun ktp saya masih jateng

    kemaren nyoblos pake a5 dan nunggunya sejaman, rupanya banyak bapak2 ibu2 yg sudah sepuh kesulitan nyoblos dan melipat soalnya 5 lembar surat suara..

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      emang luar biasa pemilu kali ini, kedua2nya pemilih dan petugas sama2 repot dan ekstra sabar wkwkwk, semoga nanti hasilnya bisa bekerja ya terutama caleg yah walaupun banyakan pesimisnya sih

      Reply
  2. Avant Garde

    Amien mas, ndherek belasungkawa juga buat rekan2 kpps yg gugur dlm bertugas… taun ini beban jadi petugas kpps berat banget, biasanya yg diantisipasi kalo pemilu kalo ga dpt ya serangan fajar, agak kecolongan juga kayaknya yg gugur bisa sampe ratusan orang..

    biasanya bapak saya selalu dipanggil jadi petugas kpps, sejak pensiun bapak berhenti jadi petugas kpps… capek katanya…

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      memang sih untuk saat ini regenerasinya sudah cukup baik karena rata2 yang menjalankan anak muda cuma emang prosedurnya yang menguras tenaga dan pikiran

      Reply
  3. Gara

    Pekerjaannya memang banyak dan berat sekali… ayah saya juga jadi KPPS dan sepertinya beliau memang tidak tidur saat Hari-H. Begitu banyak yang harus dilakukan, tapi waktunya tidak banyak. Saya salut juga dengan kreativitas membuat kardus penghitungan seperti itu, memang memudahkan sekali supaya jelas berapa suara yang didapat semua partai.

    Semoga Mas dan teman-teman selalu sehat dan tidak ada yang sakit parah seperti yang banyak diberitakan. Banyak istirahat ya, Mas. Negara ini berutang pada kalian para pejuang demokrasi.

    Reply
  4. kutukamus

    Terima kasih sudah jadi petugas KPPS kemarin (juga yang sebelumnya). Semoga ke depannya perencanaan dan pelaksanaannya lebih baik. >-I

    Reply

Leave a Reply