Donor Darah Itu Asyik

Kata beberapa orang yang saya temui, donor darah itu bikin ketagihan apalagi kalau lama tidak didonorkan. Donor darah itu membuat lemas setelahnya. Kalau tidak rutin membuat badan sakit-sakitan.

Itu adalah beberapa komentar orang-orang yang saya temui ketika membahas tentang donor darah. Namun belakangan saya baru sadar, jika komentar-komentar yang mereka lontarkan tadi tidak benar. Ya jelas saja, mereka belum pernah mendonorkan darahnya kok tapi sudah berasumsi seperti itu.

Kemudian saya tersadar, rasanya mumpung tubuh masih sehat dan bugar lebih baik sesegera mungkin mencoba mendonorkan darah.

Kemudian keinginan ini harus tertunda berkali-kali karena alasan-alasan tertentu hingga akhirnya pada Selasa, 12 Maret 2019 terlaksana.

Sebenarnya ingin sekali mendatangi langsung kantor PMI Banjarnegara dan mendonorkan darahnya di sana. Akan tetapi karena lain hal akhirnya pengalaman pertama kali itu dilakukan di Kantor Kecamatan Punggelan.

Kebetulan, organisasi pemuda setempat menggelar acara donor darah rutin dan saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.

poster donor darah

Alhamdulillahnya, saya ini bukan tipe orang yang takut dengan jarum suntik. Mau itu pas mau diinfus, diambil darahnya untuk pemeriksaan laboratorium maupun lainnya. Sehingga saat hendak mendonorkan darah sudah tidak ada perasaan was-was apalagi takut.

Sekitar pukul sepuluh pagi, saya izin dari tempat kerja dan langsung pergi menuju Kantor Kecamatan Punggelan. Di sana sudah ramai oleh kendaraan para pendonor pun dengan kondisi di dalam gedung yang ternyata sama.

Langsung saja hal yang pertama saya lakukan adalah meminta formulir pendaftaran untuk pendonor. Cuma selembar memang formulir yang harus diisi bolak-balik.

Ada beberapa pertanyaan wajib mulai identitas lengkap calon pendonor kemudian ditambah pertanyaan-pertanyaan lain yang berhubungan dengan kesehatan. Antara lain apakah mempunyai tato di tubuh, pernah tertusuk jarum suntik dalam waktu dekat ini, pernah melakukan hubungan sexual beresiko dll.

menyerahkan formulir dan menunggu diperiksa kesehatannya

Setelah pertanyaan tadi diisi lengkap, saya pun menyerahkannya kepada petugas dari PMI Banjarnegara untuk kemudian menunggu diperiksa kesehatannya.

Kurang lebih saya menunggu sepuluh menitan hingga nama saya dipanggil untuk dipersilakan duduk oleh petugas laki-laki yang sudah sepuh namun terlihat segar bugar.

Saya pun ditanya apakah sudah pernah mendonorkan darah sebelumnya, kerja di mana, apakah sedang dalam proses minum obat, apakah tadi pagi minum kopi dll. Setelah jawabannya sesuai dengan kriteria petugas maka saya pun diukur tekanan darahnya.

Alhamdulillah, tekanan darah saya normal dan kemudian saya bergeser ke meja sebelahnya. Di situ sudah ada petugas perempuan yang siap mengecek golongan darah.

Sebelumnya, saya sekali lagi dikroscek apakah formulir yang saya isi sudah sesuai. Setelahnya, jari tengah saya diolesi alkohol menggunakan kapas untuk kemudian ditusuk dengan alat semacam ballpoint yang ujungnya berisi jarum kecil.

Setelah itu darah yang keluar diperiksa untuk menentukan golongan darahnya.

Proses berikutnya menunggu giliran untuk proses donor darah. Yeayyyy deg-degan juga rasanya namun rasa antusias lebih besar.

menunggu giliran untuk donor darah

Di sana sudah tersedia tiga buah bed portable untuk kemudian saya disuruh rebahan. Selanjutnya sekali lagi formulir yang sudah diisi tadi dikroscek dan kembali diukur tekanan darahnya.

Saat yang dinanti tiba. Petugas mencari pembuluh darah untuk kemudian ditusukan jarumnya. Maknyusss….serrrrrr, tidak terasa sakit. Dan currrr…selang pun mengalirkan darahnya ke dalam kantong darah yang sudah disediakan.

proses donor darah

Butuh waktu sekitar lima belas menitan prosesnya hingga selesai dan kemudian mendapatkan asupan makanan berupa, susu, jus buah dan juga biskuit gandum. Dan tak lupa mendapatkan kartu donor darah berwarna biru muda. Akhirnya, keinginan saya tercapai, alhamdulillah.

sebagai tanda terima kasih, sehabis mendonorkan darah mendapatkan cemilan

Ada kejadian unik saat seorang ibu gagal mendonorkan darahnya karena saat diwawancara, paginya sehabis meminum kopi dan beliau terlihat menangis.

Jadi rasanya bagaimana? Sangat menyenangkan, bisa berbagi darah untuk orang-orang yang membutuhkan. Tiga bulan ke depan saya pasti akan kembali mendonorkan darah. Doakan supaya terus sehat agar bisa berbagi kepada sesama.

8 thoughts on “Donor Darah Itu Asyik

  1. aryantowijaya

    Yeah, selamat mas!

    Saya sampai sekarang masih trauma sama jarum suntik krna waktu kecil punya pengalaman buruk. Tapi hati kecil pengen sekali mendonorkan darah.

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      yakinlah, nggak seseram yang dibayangkan, itu semua karena parno saja padahal sebenarnya sangat menyenangkan bisa berbagi dengan orang lain

      Reply
  2. Avant Garde

    nah, sama kayak jalancerita.com aku juga punya kenangan buruk sama jarum suntik ini di waktu kecil, jadi kalo gak terpaksa banget ya gak disuntik deh hehehe

    Reply
  3. Gara

    Wah selamat! Semoga donor darahnya bisa berkesinambungan. Konon kalau sudah 100x donor darah bisa bertemu Presiden hehehe. Di kantor saya juga orang-orang sangat semangat kalau ada acara donor darah, pada berlomba-lomba ke tempat donornya. Sehabis donor ada suvenir menarik, supaya makin bahagia mendonorkan darahnya hehehe.
    Sepertinya saya sama dengan pengomentar lain, belum pernah donor darah. Alasannya karena pernah sakit kuning, jadi sudah tidak bisa donor darah lagi, hehe.

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      untuk mencapai 100 kayaknya masih sangat lama sekali. kurang tau juga sih kalau dapat souvenir atau apalah tapi yang kemarin sih dapat snack gitu. oo udah pernah sakit kuning tho.

      Reply

Leave a Reply