Giveaway Blog ndayeng

September 2014, untuk pertama kalinya blog ndayeng mengudara di jagat dunia online. Jujur, saat itu terpikir untuk membuat blog karena terpengaruh berkunjung dan membaca-baca travel blogger yang sudah terkenal.

Kemudian saya berpikir, sepertinya menarik juga ikutan bikin travel blog. Walaupun sebenarnya itu bertolak belakang dengan saya yang saat itu jarang sekali pergi-pergi (sekarang juga tidak sering).

Dipilihlah wordpress. Saya suka dengan tampilannya yang bersih, dan banyaknya pilihan tema. Sama seperti segala sesuatu yang masih dalam tahap awal, tampilan, tulisan dan lain-lainnya masih norak.

Semuanya dikerjakan sendiri, tahap demi tahap berbekal tutorial dari Google. Kalau diingat, saya bersyukur karena membidani sendiri blog ndayeng dengan segala keterbatasan. Tahu bagaimana pusingnya berjam-jam menatap layar komputer dari hasil pinjam demi mengatur widget blog.

Kini menyesal? Tentu tidak. Konsekuensi selanjutnya adalah kewajiban menulis dan mencari tema tulisan. Yappp, harus dan wajib pergi ke suatu tempat untuk menuliskannya. Beruntung ada teman yang selama 2 tahunan mau diajak ke mana-mana, blusukan.

Suka dan duka dalam mengunjungi Pelosok Banjarnegara menjadi cerita-cerita yang menarik saat dibaca.

Kenapa Memilih Nama ndayeng.

Lalu kenapa memilih nama “ndayeng”? membacanya sama seperti “e” dalam kata “kecut” semuanya dengan pilah-pilih yang lumayan lama demi menemukan nama yang cocok.

Kemudian terpikirkan kenapa tidak memakai nama ndayeng saja karena dalam keseharian  saya, kata ini sering dilontarkan orang tua kepada anaknya ketika mereka seharian keluyuran terus. “ndayeng” adalah kelayaban, keluyuran, dolan, jalan-jalan, bepergian dan saya rasa cocok dengan tema blog ini.

Selama beberapa tahun, blog ini memakai domain gratisan bawaan wordpress. Kalau pembaca sekalian ingat, blog ini pernah juga menjadi blog TLD (top level domain) dengan nama ndayeng.com dan itu hanya bertahan setahunan. Maklum, terbiasa punya banyak respon atas setiap tulisan yang diposting, terus tiba-tiba saja dimulai dari nol lagi. Sepi.

Kemudian kembali lagi ke blog gratisan selama beberapa tahun hingga akhirnya di penghujung tahun 2018 ini memantapkan diri untuk membuat lebih serius dunia blog. Bukan untuk dapat uang, jalan-jalan dll. Semuanya karena sindiran si Jujun Afiat, salah seorang blogger Banjarnegara.

Memang kadang malu juga saat beberapa kali diundang oleh organisasi tertentu dan diminta untuk memperkenalkan diri mengenai blognya. eh masih gratisan, tapi bukan berarti yang memilih  gratisan itu tidak menarik dan jelek lho ya. Kembali lagi ke tujuan masing-masing.

Namun itu hanyalah sedikit alasan, selain alasan-alasan lain di umur blog yang sudah bukan bayi lagi ini.

Selama menjadi “blogger gratisan” begitu banyak torehan pengalaman baru dari hasil ikutan kompetisi menulis. Daftarnya ada di sini.

Waktunya #Giveaway

Tahun 2017-2018 adalah tahun yang luar biasa bagi blog ndayeng. Banyak pengalaman-pengalaman baru yang dirasakan.

Sebagai wujud rasa syukur kepada pembaca sekalian maka dibuatlah semacam #Giveaway dengan hadiah:

Pemenang 1 mendapatkan Tas Selempang, ballpoint unik, notebook, gantungan kunci khas Banjarnegara

Pemenang 2 mendapatkan Tas Olahraga (bisa juga tas untuk tempat sepatu), tumbler ukuran 1 liter.

Pemenang 3 mendapatkan voucher MAP sebesar Rp200,000, dan juga bonus brosur info wisata di Banjarnegara.

Pemenang 4 mendapatkan Kaos Dieng-Banjarnegara (ukuran M), dan juga bonus brosur info wisata di Banjarnegara.

Pemenang 5 mendapatkan Sarung Warna Putih, brosur wisata Banjarnegara dan juga notebook.

(semua hadiah memang saya dapatkan dari orang lain tapi  belum digunakan dan daripada mubazir tak terpakai).

(ongkos kirim ditanggung saya), (peserta khusus yang berdomisili di Indonesia saja). psst: kalau ada yang kesulitan untuk berkomentar, boleh colek akun instagram saya.

Caranya Bagaimana?

Sederhana, cukup tulis komentar/tanggapan/pengalaman/saran untuk Banjarnegara. Tidak harus komentar yang baik-baik, bisa juga pengalaman kurang menyenangkan saat singgah di Kabupaten ini.

Tulis akun IG kalian di kolom komentar, follow instagram saya juga boleh (IG:hendisetiyanto), share tulisan ini ke akun sosial media kalian.

Komentar yang menarik, niat akan dipilih menjadi pemenang. Akan ada 5 pemenang yang mendapatkan barang-barang tadi.

Periode #Giveaway ini berlangsung mulai 24 Desember 2018 – 24 Januari 2019. Pengumuman pemenang pada 1 Februari 2019 di instastory instagram @hendisetiyanto. Selamat mencoba, semoga beruntung : )

29 thoughts on “Giveaway Blog ndayeng

  1. Johanes Anggoro

    Tapi hokimu di blog gratisan udah bagus lho mas. Sering menang pula, dan yang paling kuinget itu yg hadiahnya ke Belitung itu 😀
    Bisa juga bukan hoki, tapi karena kerja kerasmu menulis dan terus menulis. Tentu saja mengikuti berbagai macam lomba blog maupun IG.

    Banjarnegara mungkin ga punya ikon yang bisa ditampilkan untuk menjadi semacam ‘banjarnegara punya ini lho’ seperti Purwokerto punya Baturaden, tapi patut diingat. Banjarnegara punya secuil Dieng juga. Malah mungkin lebih banyak yg masuk Kabupaten Banjarnegara wilayahnya ya? Tapi selama ini Dieng selalu identik dg Wonosobo 😀

    Well, semoga semangat ngeblognya terus berkobar mas. Jangan kayak saya, udah mlai mlempem lg wkwkwk

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      iya sih kadang mikir gitu pas mau ninggalin blog lawas tapi terus mikir lagi, selama kamu masih mempertahankan ciri khasmu pelan tapi pasti, “pembacamu” pasti bakalan mencari tulisanmu. saat ini masih proses2 blog sepi, mungkin pada jenuh kali ya dan tertarik ke vlog tapi ya aku yakin suatu saat tulisan di blog akan kembali bersinar.
      ah iya, banjarnegara memang mungkin terkenal yang jelek2nya saja, well gpp sih emang selama ini begitu kok hehehe.
      good luck ya, siapa tau bisa dapat kenang2an dariku : )

      Reply
  2. Aryanto Wijaya

    Senang bisa mampir ke rumah barunya Ndayeng.
    Dulu waktu awal-awal Jalancerita muncul di dunia blog, Ndayeng inilah yang suka mampir, menorehkan komen dan likenya. Terima kasih banyak .

    Perlahan tapi pasti, dengan kekonsistenan nulis, saya yakin Ndayeng akan jadi portal yang dicari ketika orang ingin tahu soal Banjarngegara .

    Ngomong-ngomong soal Banjarnegara, saya belom pernah sama sekali ke sana. Padahal ke Purwokerto, Purbalingga, dan Wonosobo udah hahaha. Yang saya tahu dari Banjarnegara adalah Dieng (tapi sbagian Dieng jg ada d wonosobo) dan sungai serayu.

    Lalu, saat ketemu blog Ndayeng, baru saya ngeh kalau Banjarnegara juga punya cerita dan pesona. Ada jejak kolonial yang masih belum banyak dieksplorasi. Wisata alam yang belum maksimal dibenahi. Semogaa tulisan2 ttg Banjarnegara yg sudah dimuat di sini bisa jadi suatu pemicu agar pemda dan pihak yg berkepentingan lainnya berbenah diri.

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      makasih sudah sedikit menuliskan kesan. sampai saat ini pun aku masih kepikiran terus dengan tema blogmu yang identik dengan kereta api hehehe.
      btw pas ke dieng lewat mana? kalau dari stasiun pwt ke wonosobo berarti lewat banjarnegara dong hehehe. penginnya sih banjarnegara tak hanya identik dengan dieng saja karena masih banyak tempat2 menarik yang bisa dikunjungi walaupun ini kota kecil banget dan kurang nampol dibanding kota2 tetangganya… : )

      Reply
  3. abesagara.com

    Walah, nyong dadi minder maning kie lah, hahaha. Hokimu luar biasa ditambah dengan ketekunan yang tak terkalahkan. Eh, nggolet info lomba blog sih nengndi mas?

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      minder sebabe? kui akeh drama perlombaan yang dari udah nulis panjang lebar tapi lombanya batal dll, cuma beberapa yang lolos dan milih2 yang kira2 langganan juara pada nggak ikutan wkwkw. eh komen gagean tentang banjarnegara men bisa oleh hadiah wkwkwk

      Reply
  4. Zen

    Pernahe kayong Sue nemen ora mampir meng blog ndayeng semenjak vakum ngeblog hehehe

    Masukane nyong nggo banjarnegara paling, kebersihan sekitar alun-alun agar lebih dijaga maning men ketone rapihhh terus dalane sing pada rusak cepet di dandani hehehe

    Sukses terus mas, pengalaman kondangan meng banjarnegara sangat menyenangkan, baline diwei salak akeh banget hahaha

    @mas_zennn

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      wah makasih ya wes melu urun rembug. nek dalan, alhamdulilah siki wes lumayan alus ngasi tekan ndesa2. kapan terakhir ke banjarnegara? semoga beruntung ya…

      Reply
  5. Yustrini

    Salam kenal Mas Hendi 🙂
    Wah, masnya keren, pas pakai blogger gratisan juga banyak prestasinya, apalagi pakai TLD pasti bisa lebih banyak lagi.

    Ijin ikut giveaway ya Mas, siapa tahu ada yang nyantol ke saya.

    Banjarnegara itu walau kota kecil namun pemandangannya indah. Dulu sering lewat ketika pergi ke Wonosobo naik bus dari Kroya, kalau pas turun di terminal Banjarnegara pasti beli salak. Saya kurang tahu yang terkenal dari Banjarnegara apalagi selain, pemandangan yang indah, alun-alun, salak, dawet dan Dieng.

    Dulu pernah pas lagi hujan deras pergi ke Dieng, serem banget deh jalannya. Udah gitu udaranya dingin banget, beli air mineral di Dieng udah kayak air keluar dari kulkas. Hi, hi, hi.

    Dieng itu masuk kabupaten Banjarnegara kan? Tapi orang lebih mengenal Wonosobo ya, dibandingkan dengan Banjarnegara. Pengen ke sana lagi lihat Telaga Warna. Sekarang sudah ada kereta api Purwokerto-Banjarnegara-Wonosobo ya, asyik tuh bisa lebih cepat. Tapi ke Diengnya naik apa? Wah jadi pengen liburan naik kereta ke Banjarnegara.

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      makasih udah mau ikutan ya mbak. ralat, keretanya cuma sampai purwokerto saja, dulu sih tahun 80an sampai wonosobo tapi jalurnya sudah tidak aktif lagi. untuk telaga warna masuk wilayah wonosobo, sementara komplek candi arjuna, kawah dll masuk wilayah banjarnegara. semoga beruntung ya mbak dan sekali lagi terima kasih.

      Reply
        1. Hendi Setiyanto Post author

          bukan…itu angkutan terusan yang mengakomodir kebutuhan warga wonosobo, banjarnegara, purbalingga dari dan ke stasiun purwokerto. duh kalau beneran jalurnya dihidupkan, aku girang banget hehehe

          Reply
  6. Ali Azimi

    Assalamualaikum wr wb Mas Hendi
    Salam Kenal

    Saya mau ikut berbagi sedikit pengalaman tentang Banjarnegara.

    Perkenalkan saya Ali, sekarang saya tinggal di Banjarnegara. Kenapa saya bilang sekarang ? Ya, karena sebelumnya saya tidak menetap di Banjarnegara. Saya berasal dari salah satu daerah di provinsi Jawa Barat. Alasan karena kebutuhan untuk menyambung hidup mencari sesuap nasi lah yang akhirnya membawa saya sampai Banjarnegara hingga sekarang : Bekerja. Jika dihitung-hitung sudah sekitar 2 tahun saya menetap di kota dawet ayu ini. Tentunya cukup banyak cerita dan pengalaman yang sudah saya dapatkan disini, namun saya ingin share beberapa saja yang menurut saya paling berkesan. Karena saya bakal capek ngetik kalau ditulis semua disini hehehe (^.^)

    Jujur, pada saat pertama kali saya mendapat kabar saya ditempatkan di Banjarnegara, saya mengira akan pergi ke Kalimantan karena pada saat itu wawasan akan nama-nama wilayah kota/kabupaten saya terbatas, saya beranggapan kalau Banjarnegara dekat dengan Banjarmasin. Namun, ternyata anggapan saya salah, Banjarnegara terletak di Jawa Tengah. Pada saat itu saya hanya mengetahui beberapa kota/kabupaten saja yang ada di Jawa Tengah seperti Semarang, Tegal, Brebes, Purwokerto, Solo, Salatiga, Magelang DLL. Tapi saya belum pernah mendengar nama Banjarnegara ( atau bisa jadi karena saat itu saya malas lihat peta hehehe ). Mulai dari saat itu saya jadi rajin melihat peta/atlas dan menghapal nama-nama daerah yang ada di Indonesia. Lumayan, sekarang saya ada peningkatan, setidaknya untuk daerah Pulau Jawa dan Bali sekarang saya sudah familiar dengan semua nama2 kota/kab nya. ( bisa di tes kalau mau wkwkwk ). Namun selain itu, izinkan saya untuk sedikit beropini (maaf kalau saya salah) mungkin dari segi promosi/pengenalan Kabupaten Banjarnegara saat itu masih kurang sehingga belum banyak orang yang belum tahu daerah Banjarnegara. Alhamdulillah sekarang ini mulai dari pemerintah maupun masyarakat serta organisasi2 lain seperti GENPI sudah masif membuat gerakan promosi untuk Banjarnegara, khususnya di bidang Pariwisata dengan Dieng sebagai wisata unggulannya disusul wisata2 lain seperti Rafting di Serayu, Wisata Batik di Gumelem Susukan, Wisata Keramik di Kalmpok, Waduk Mrica, serta wisata Curug2 yang ada di Banjarnegara. Blog mas hendi adalah salah satu sumber informasi yang sering saya kulik untuk mencari tahu informasi2 seputar Banjarnegara pada saat itu dan hingga sekarang pastinya hehehe.

    Harapan saya semoga kedepannya promosi2 pariwisata Banjarnegara juga diikuti dengan peningkatan kualitas sarana, prasarana, dan SDM pendukungnya supaya pengunjung yang datang jadi lebih merasa nyaman dan akan terus mengunjunginya lagi.

    Bagi saya, Banjarnegara sudah menjadi rumah kedua bagi saya. Di Banjarnegara lah saya belajar tentang banyak hal. Baik itu pengalaman hidup dan lainnya. Salah satu hal yang membuat saya jatuh cinta dengan kota ini adalah destinasi wisatanya, bisa dibilang hampir lengkap. Semua ada di Banjarnegara selain Pantai ( kalau ini sih udah pasti wkwkwkk ). Mulai dari daerah Dataran Tinggi Dieng, Sungai Serayu, Gunung Lawe, Waduk, Keramik, Batik, Curug, DLL. Apalagi sekarang di Banjarnegara juga sudah memiliki Bioskop. Jadi tak usah khawatir kehabisan hiburan kalau di Banjarnegara hehehehe.

    Oia, saya juga iseng2 sedikit membuat tulisan tentang Banjarnegara di Blog saya (tapi belum se pro Blog nya mas hendi hehe)

    Akhir kata, terimakasih banyak sudah memberikan kesempatan untuk berbagi, maaf kalau terlalu panjang (sebenarnya masih banyak yang mau disampaikan, mungkin nanti di Blog saya aja hhehehe). Jaya selalu buat ndayeng.com !!!

    Wassalamu’alaikum wr wb

    Instagram : @_azimiali
    Blog : tumpukankatakata.wordpress.com

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      wah makasih sudah mau berkomentar panjang banget, btw sekarang tinggal di kecamatan mana di banjarnegara ya? barangkali sudah pernah ketemu hahaha

      Reply
          1. Ali Azimi

            wah Punggelan kecamatan terluas di Banjarnegara ya kalau ndak salah. Kapan2 saya main kesitu mas, kebetulan belum pernah ke Punggelan haha

  7. bowbono

    pernah singgah ke Banjarnegara karena ada datang ke rumah temen untuk takziyah. 🙁
    Baru sekali sepertinya ke Banjarnegara dengan waktu agak lama. Meski lamanya pun tidak sampai 24 jam hehe.
    Belum pernah ke Dieng pun 🙁

    Waktu itu dari Jogja ke Banjarnegara ternyata jalannya berliku-liku naik turun ya, udara segar (dingin sih waktu itu). Agak membingungkan mungkin karena minim plang papan petunjuk arah. Kalau di kota besar biasanya ada papan penunjuk arah yg lumayan banyak ya, jadi mempermudah orang yang bukan warga asli untuk melintas atau menjelajahi daerah tsb.
    Waktu itu sampai Banjarnegara Maghrib, dan sempat Maghriban di masjid Agung yang di alun-alun.
    Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke rumah teman. Karena tujuan ke daerah yang agak masuk masuk, kendalanya ya penunjuk arah dan penerangan. Meskipun zaman sekarang bisa mengandalkan teknologi dengan map di smartphone.
    Akhirnya ketemu rumah teman saya. Karena waktu sudah malam jadi bertamu tidak lama-lama. Setelah itu langsung balik ke Jogja. Kembali lagi melewati jalanan naik turun kelok kanan kiri haha. Itu bisa dibilang asyik dan memusingkan.

    Duh jadi seperti curcol malahan mas.
    Asalku sebenernya Tegal sih, sesama Ngapak ya meski Ngapak kita berbeda.
    saling follow IG gimana mas?haha
    IG : @bowbono

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      wah luar biasa ya, jauh2 dari jogja ke banjarnegara dan tak lama di sininya hehehe. ya begitulah adanya kondisi Banjarnegara, eh iya ngapak juga sih walau beberapa kosa kata mungkin sedikit berbeda. terima kasih sudah berkunjung, semoga beruntung ya…

      Reply
  8. Mas Broh

    Ketemu wong Banjarnegara nang kene. Hehe…Punggelan aman Mas Hendi? Giveaway nya menarik. Boleh ikut Mas?

    Salam kenal dari wong desa nang Purbalingga..

    Reply
      1. Afif Sarifudin

        Mantep mas. Komunitas di sosmed atau komunitas apa? Saya cari di fb juga gak ada. Cekat mas aku kecepit hehe.

        Boleh minta no wa nya? Pengen tanya – tanya

        Reply

Leave a Reply to Zen Cancel reply