Yuk, Berwisata di Sekitar Kota Banjarnegara

Dengan berkembangnya destinasi-destinasi wisata di Indonesia saat ini, hampir tiap kabupaten seakan berlomba-lomba untuk menawarkan sesuatu yang menarik untuk dikunjungi. Setelah sebelumnya saya mengulas wisata Dieng kini bergeser yang dekat dengan pusat kota Banjarnegara.

Baca juga tulisan tentang “Kenapa Harus Dieng?”

Sebenarnya ada beberapa destinasi wisata yang sudah cukup terkenal di sekitar kota Banjarnegara, sebut saja seperti TRMS Seruling Mas (Taman Rekreasi Marga Satwa), Rafting di PIKAZ (Pinggir Kali Serayu), dan juga yang baru yaitu Wisata Tampo Mas.

Nah, masih dalam rangkaian Famtrip Eksplor Wisata Banjarnegara 2018 bersama blogger dan media, kami pun diajak berkeliling menikmati wisata di sekitar kota Banjarnegara. Berikut di antaranya:

Kunjungan Singkat Ke TRMS Seruling Mas

Saya masih ingat betul, terakhir kali ke sini itu pas zaman SLTP. Kalau yang seumuran pasti tahu sekitar tahun berapa itu. Dulu hampir tiap sekolah diwajibkan untuk melakukan pertunjukan pentas seni di panggung TRMS ini. Masih ingat betul, dari sekolah di Punggelan saat itu para siswa berangkat menggunakan mobil truk, persis sekali seperti sedang mengirim kawanan sapi yang hendak dijual. Berdesak-desakan seluruh siswa kelas 1, 2 dan 3.

Dulu memang TRMS ini lebih fokus ke pengunjung berupa tampilan hewan-hewan mulai dari gajah, harimau, buaya, orang utan dll. Memang sih dulu itu lebih lengkap dari sekarang namun saya lebih suka kondisi TRMS untuk saat ini. Alasannya adalah kini pengunjung tak hanya sekedar ingin melihat hewan-hewan tapi lebih dari itu. Kini mereka bisa berinteraksi satu sama lain dengan zona-zona tema yang telah dibuat. Sebut saja zona santai tiap minggu dengan sajian musik, zona memberi makan kelinci dll.

Jadi, siang itu kami rombongan famtrip tiba di TRMS ini. Cuaca sungguh menyengat, ini lumayan unik karena beberapa hari sebelumnya, Banjarnegara diguyur hujan yang cukup deras.

Siang itu kami disambut dengan kendaraan kereta dengan dua gerbong yang mengangkut pengunjung untuk berkeliling melihat-lihat koleksi hewan yang ada. Karena antusiasnya, saya dan Jujun tidak kebagian tempat duduk walhasil kami naik di samping pak supir saat itu.

Hanya butuh waktu sekitar 10 menitan hingga kami berakhir ikutan tur singkat ini. Dengan waktu yang singkat, saya coba melipir menuju ke zona kelinci yang saat itu ada beberapa pengunjung anak-anak yang sedang mencoba memberi makan kelinci-kelinci.

Lanjut bergeser menuju kandang orangutan yang sangat menonjol. Ada 3 orang utan yang terlihat, sang jantan, betina dan anaknya. Syukurlah, kondisi mereka tidak kekurangan makan dan mendapatkan perhatian yang cukup dari pengelola.

Oh ya, untuk masuk ke sini cukup membayar tiket kurang lebih Rp.15,000 saja dan kini berupa e-tiketing yang tinggal discan atau memakai barcode saja. Selain itu pengunjung juga bisa menikmati kolam renang, taman air masih di area TRMS ini.

Tampo Mas Kini Berbeda

Dulu, saat saya dan teman berkunjung ke tempat ini, suasananya masih berupa area pertambangan batu, lokasi memancing dan sesekali ada orang yang berkunjung untuk berfoto-foto. Namun saat kami dan rombongan ke sini, semuanya telah berubah. Kini Tampo Mas menjadi lokasi wisata favorit warga Banjarnegara.

Baca juga cerita tentang Tampo Mas !!!

Lokasinya berada di Desa Masaran, Kecamatan Bawang. Pengunjung bisa masuk dari pertigaan Mantrianom, atau SMKN 2 Bawang.

Saat kami sampai, langsung disambut oleh Ketua Pokdarwis Tampo Mas dengan minuman air nira dingin atau istilah lokalnya Badeg, sama penyebutannya dengan ‘e untuk kata Karet. Selain itu juga ada cemilan berupa sajian dari tepung Ganyong (sejenis umbi-umbian) yang dibuat sedemikian rupa hingga mirip rasa sagu mutiara sebagai jajanan pasar. Jajanan tadi dibungkus dan dikukus menggunakan daun pisang.

Kini, Tampo Mas memilik banyak gazebo, kios-kios, kolam renang, area permainan anak, dan yang wajib dicoba adalah mengelilingi danaunya menggunakan perahu atau getek.

Tau nggak sih kalau dulunya ini merupakan sebuah gunung batu yang diledakan dan serpihan bebatuannya digunakan untuk membangun bendungan Sungai Serayu menjadi PLTA Mrican atau PLTA Panglima Besar Jenderal Soedirman di Kecamatan Wanadadi. Nah bekas galian tadi kini membentuk menjadi kolam berukuran lumayan besar dan ditumbuhi teratai liar.

nasi jadul

menikmati sajian ndeso di pinggiran danau buatan

Setelah puas berkeliling perahu di atas danau buatan, kamipun kembali dijamu dengan makanan tradisional berupa Nasi Krekel/Leye atau Thiwul yang terbuat dari singkong, sayur urab, peyek teri, buntil daun papaya dan sambel. Hmmmm dinikmati di pinggiran danau sambil menikmati semilir angin yangdatang. Perut benar-benar dibuat kenyang, cocok untuk menjadi tenaga ke destinasi selanjutnya.

Menginap dan Rafting di PIKAZ

Mungkin ini kunjungan ke empat kalinya di PIKAZ. Menginap dan bermain arung jeram. Lokasinya berada di pinggir Sungai Serayu, dari pertigaan Singamerto belok kiri dan melewati jembatan menuju daerah Madukara.

Sesuai namanya, saat ke sini wajib hukumnya bermain arung jeram. Untuk biaya per orangnya sekitar Rp.150,000 sudah termasuk guide, sajian buah kelapa dan juga tempe mendoan. Starting point dari Desa Prigi, finish di Zona The Pikas. Menempuh jarak sepanjang 7 kilometer dengan waktu tempuh selama 1 – 1,5 jam.

Baca juga pengalaman rafting di Sungai Serayu!!

Untuk penginapan, pengunjung tak perlu bingung karena ada beragam pilihan cottage dengan konsep rumah panggung kayu tradisional dengan harga kamarnya mulai dari Rp400,000-Rp1,250,000. Untuk lebih lengkapnya, berikut daftar harganya:

Traditional Cottage:

Cottage Lumbir 1 : Rp. 400.000,- untuk 4 orang

Cottage Lumbir 2 : Rp. 600.000,- untuk 6 orang

Cottage Lumbir 3 : Rp. 600.000,- untuk 6 orang

Cottage Lumbir 4 : Rp. 600.000,- untuk 6 orang

Cottage Lumbir 5 : Rp. 600.000,- untuk 6 orang

Cottage Sabin Timur : Rp. 750.000,- untuk 7 orang

Cottage Sabin Barat : Rp. 750.000,- untuk 7 orang

Java Mini / Glugu : Rp. 450.000,- untuk 2 orang

Cottage Joglo : Rp. 1.250.000,- untuk 15 orang

Extra Bed : Rp. 100.000,-

Fasilitas: Kasur Busa, Selimut, Kamar MandiDalam, Makan Pagi, Air Mineral.

Sumber: situs web BannyuWoong Adventure

Kali Serayu atau Sungai Serayu (dulu juga disebut Ci Serayu) adalah sungai di Jawa Tengah. Hulu sungai ini berada di Kabupaten Wonosobo (disebut Tuk Bima Lukar atau mata air Bima Lukar) dan bermuara di Cilacap. Anak sungai Serayu yang besar adalah Kali Klawing (Purbalingga), yang berhulu di Gunung Slamet. Ada enam kabupaten yang tercakup daerah aliran sungai ini: Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara,  Banyumas,  Purbalingga, Kebumen, dan Cilacap.

Tawa canda, rasa takut dan histeris saat perahu melewati jeram hingga menabrak dinding batu pinggir sungai seakan menjadi hal yang lumrah selama kurang lebih dua jam kami bermain arung jeram ini. Sebenarnya pada titik-titik tertentu terdapat beberapa jeram dengan grade dan juga namanya masing-masing. Salah satunya adalah Jeram Djasri (nama salah satu Mantan Bupati Banjarnegara).

Guna memberikan variasi serta hiburan pada titik-titik tertentu, pemandu secara sengaja memberikan arahan guna mendayung menyamping pada sisi tertentu yang ujungnya perahu kami akan terbalik dan byurrrrrrr….kami pun nyemplung ke sungai Serayu sambil nafas ngos-ngosan dan sesekali secara tidak sengaja meminum air.

Perlu usaha ekstra dan teknik tertentu saat ingin mengangkat seseorang dari dalam air agar beban terasa ringan dengan cara mengangkat pelampung dari arah belakang dan mencelupkannya sekali guna memudahkan saat diangkat karena ada gaya dorong dari dalam air.

Saat lelah mendera, peserta disambut dengan suguhan buah kelapa segar serta tempe mendoan di PIKAZ. Saat malam, wisatawan akan tidur ditemani gemericik aliran Sungai Serayu yang menjadi teman tidur agar bisa lelap.

Jadi lengkaplah sudah wisata di sekitar Kota Banjarnegara. Semuanya berada dalam jarak yang terlalu jauh dan cocok sekali untuk teman-teman yang ingin berwisata ke Banjarnegara selain Dieng.

Ayo Plesir Maring Banjarnegara!!!

21 thoughts on “Yuk, Berwisata di Sekitar Kota Banjarnegara

  1. Evi

    Pariwisata saat ini penyumbang nomor 2 ekonomi Indonesia. Semoga indeks kebahagiaan orang Indonesia juga meningkat dengan bertambah jumlahnya destinasi destinasi wisata seperti di Banjarnegara ini

    Reply
  2. Eri Udiyawati

    Banjarnegara itu memang super keren ya, banyak wisata yang bisa kita kunjungi. Dan tiap-tiap wisatanya memiliki keunikan tersendiri karena konsepnya beda-beda.

    Reply
  3. gusHid

    Loh…perahumu sengaja dibalik dicemplungin? Tahu gt aku melu perahu ae ya hahaha…
    Tp untung aku sempat kecemplung sendiri, mayan bs merasakan sensasi kecemplung Kali Serayu hihi

    Reply
  4. jelajahlangkah

    Banjarnegara mengingatkan saya daerah Badamita, wilayah kecil dekat dengan waduk PLTA Mrican; dekat sana juga ada penjual dawet Banjarnegara yang sedap… joss banget.

    Reply
    1. Hendi Setiyanto

      kalau nggak kecebur, belum sah main airnya di sungai serayu wkwkwk eh ini komentarnya bisa masuk tapi memang harus dimoderasi terlebih dahulu hehehe

      Reply

Jangan lupa tinggalkan komentar...