Gowes Lagi?

Sudah lama juga, saya tidak mengunggah tulisan di blog NDAYENG. Terakhir kali menulis tentang Asian Games 2018 yang dengungnya sedang menghangat bahkan demamnya hampir menjangkiti masyarakat. Padahal masih banyak PR untuk ditulis tentang cerita perjalanan di Jakarta, Semarang, Solo dll. Benar-benar sedang malas-malasnya.

Sudah nonton bagaimana meriah dan spektakulernya upacara pembukaan Asian Games 2018 kemarin di Stadion Utama GBK kan? Ya…saya pun merasakan demikian walaupun akhirnya gagal menonton secara langsung di sana, hiks.

Kali ini, saya akan bercerita tentang olahraga, sesuai lah dengan euforia saat ini. Ada yang bisa tebak apa jenis olahraga yang sedang saya sukai? Yap….bersepeda!.

Sebenarnya saya punya sepeda sudah sekian lama yang dalam kondisi rusak dan dibiarkan saja tergeletak di belakang rumah. Tahun lalu pernah diperbaiki namun rusak lagi dan nasibnya tak beda jauh dengan yang pertama. Setelah vakum selama setahunan, salah satu sebabnya karena postingan si @lagilibur.com akhirnya saya memutuskan kembali untuk bersepeda.

Kali ini saya benar-benar niat. Berbekal kondisi sepeda yang hampir 70% rusak, saya pun memutuskan untuk membawanya ke bengkel sepeda. Kondisinya saat itu mengenaskan. Seluruh bagian sepeda berdebu dan banyak sekali sarang laba-labanya. Roda belakangnya tidak bisa digerakkan karena macet. Pedal susah dikayuh. Rantai sepeda kendor. Ban luar dalam bocor. Dan masih banyak lagi kerusakan-kerusakan lainnya.

bengkel sepeda

bengkel sepeda langganan

Berikut beberapa onderdil sepeda yang harus diganti dan kalau ditotal bisa buat beli sepeda seharga sejutaan plus ditambah beberapa lembar rupiah lagi untuk bisa dapat sepeda yang paling murah.

  • Gerigi plus as sepeda bagian belakang, ah nama persisnya apa, lupa.
  • Ban dalam bagian belakang.
  • Kabel, kopling sepeda, bantalan rem depan-belakang.
  • Dudukan dan sadel sepeda.
  • Dudukan botol minum
  • Velg depan belakang
  • Ganti ring pedal
  • Ganti cat sepeda warna hitam
  • Standar sepeda
  • Bel sepeda
  • Proyektor depan belakang
  • Gembok sepeda
  • Celana plus kaos sepeda
  • Seperangkat obeng lengkap untuk perbaikan sepeda
  • Helm sepeda
  • Tali elastis
  • Bike tag bike2work, stiker
  • Operan plus kabelnya
  • Stiker sepeda, walau akhirnya dicopot
  • Dan printilan-printilan lainnya.

 

bersama si bima

Cukup menguras pengeluaran juga ternyata setelah dihitung-hitung, semoga konsisten terus bersepedanya jangan cuma anget-anget tai ayam.

Kalau dipikir-pikir, si tukang bengkel sepedanya mungkin sampai bosan karena saya bolak-balik ke sana ketika pengin ditambah ini itu, diperbaiki biar pas dll. Tapi mungkin saja ia malah senang karena bengkel dan tokonya laris.

Sebagai konsekuensinya, tiap pagi saya mulai membiasakan diri untuk bangun pagi dan gowes dimulai pukul setengah enam pagi. Cuaca dingin Banjarnegara di bulan Agustus rasa-rasanya belum menyurutkan langkah untuk terus bergerak.

Sebenarnya sih sudah banyak tetangga yang juga membeli sepeda untuk berolahraga namun ramai saat awal-awal saja dan kini sudah mulai malas lagi sepertinya.

Tak lengkap rasanya kalau tidak menonton atau mengikuti orang-orang yang gemar bersepeda baik itu di Instagram maupun di youtube. Ada beberapa channel youtube favorit di antaranya adalah @TetraCycle @YogaPino dan Juga Akun Toko Sepeda Maju Royal yang sering mereview berbagai macam sepeda dan aksesoris terbaru.

Inginnya sih biar semangatnya terus menyala dan mudah-mudahan tidak cepat bosan, maka sudah beberap minggu ini mencoba untuk mengendarai sepeda saat pergi bekerja (jarak dari rumah ke tempat kerja lumayan tidak jauh) atau istilah kerennya Bike2Work.

Awal-awal mencoba tentu merasa aneh dan asing apalagi banyak orang yang melihat saat berpapasan. Bagaimana tidak, saya yang berpakaian rapi jali, lengkap dengan sepatu pantovel harus rela bercucuran keringat pagi-pagi gowes dan nafas yang ngos-ngosan. Namun seiring berjalannya waktu, rasa-rasa tadi pun perlahan hilang.

Ada beberapa tantangan yang menurut saya cukup menguji kesabaran terutama saat jam pulang yang seringnya berbarengan dengan jam pulang anak sekolah. Selain jalanan menjadi ramai dan ruwet, cuaca panas pun kadang bikin kepala pening apalagi saat pulang tenaganya biasanya sudah terkuras beda saat pas berangkat pagi.

Kadang juga berpikir sendiri, kenapa mau berkeringat ria saat pulang? Kadang juga langsung males besok-besoknya bawa sepeda namun perlahan semangat itu datang kembali. Memang, secara intensitas tiap setiap hari saya membawa sepeda namun setidaknya tiap jumat sudah saya biasakan untuk rutin.

Tantangan lain adalah kondisi sepeda saya yang sudah uzur, seringkali mengalami gangguan-gangguan dan bolak-balik ke bengkel. Memang ke depannya ingin punya sepeda baru yang sedang-sedang saja harganya dan tentunya disesuaikan dengan anggaran yang dipunya. Namun hingga detik ini saya masih ingin mencoba sejauh mana sepeda uzur ini bisa bertahan sebelum nantinya benar-benar pensiun.

Jadi…doakan saya, semoga terus istiqomah dan konsisten dalam bersepeda ya….

23 thoughts on “Gowes Lagi?

  1. Johanes Anggoro

    Aku gowes ke tempat kerja hampir 2 tahun mas, deket sih ga sampe 3 kilo. Trus sekarang karena pindah kos yg agak jauh jadinya cukup kalo libur aja, itupun kalo ga mager wkwkwk

    Reply
  2. alrisblog

    Nggowes memang asik. Kalo saya suka nggowes di pedesaan yang banyak sawah sawahnya, asik tenan.

    duh blog saya berdebu tebal, :((

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      saya sebenarnya jg tinggal di desa tapi semakin ke sini semakin penuh sesak dengan bangunan2 baru…pengin juga ada persawahan.
      aku pun lama tak nulis hiks

      Reply
      1. alrisblog

        Iya, semakin banyak sawah berubah jadi perumahan dan kawasan pabrik. Kalau saya penguasa daerah (bupati/walikota) pasti saya larang sawah produktif dijadikan lahan bangunan. sedih liatnya…

        Reply
  3. Dayan

    Aamiiin. Smg ttp istiqomah.
    Kepengen juga nih bisa gowes2 namun sepedanya lom punya.
    Kira2 butuh bujet minimal brp maa ut sepeda standar ut gowes ?

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      terima kasih.
      untuk pemula, sepeda harga 2 jutaan juga sudah cukup untuk beli mountain bike, tapi kalau mau yang bisa buat ngebut ya beli yang road bike. ini aku malah sepeda bekas hehehe

      Reply
  4. bersapedahan

    wah mantaf sudah semangat gowes lagi …
    sepedanya sudah bolak balik ke bengkel perbaiki dan upgrade sana sini .. artinya sudah lebih dari oke dan siap untuk digowes jauh … haha

    Reply

Leave a Reply to Gallant Tsany Abdillah Cancel reply