tanjung pendam

Tentang Senja

Rasa mengantuk setelah menempuh perjalanan selama lebih dari satu setengah jam selepas mampir dari Pantai Burong Mandi, masih begitu terasa saat rombongan trip ke Belitong bareng Tim KitaINA sudah sampai di pusat kota Tanjung Pandan. Tujuan kami berikutnya adalah Pantai Tanjung Pendam yang tak jauh dari pusat kota Tanjung Pandan.

Semburat langit berwarna merah, oranye di tepi pantai menyambut kami setelah memasuki pintu masuk Pantai Tanjung Pendam. Setelah membayar tiket masuk masing-masing orang sebesar sepuluh ribu rupiah, mobil kami arahkan menuju area parkir yang saat itu lumayan ramai.

Langit kota Tanjung Pandan saat itu sebenarnya agak sedikit mendung. Namun pesona matahari yang hendak tenggelam membuat orang-orang tertarik untuk mengabadikannya. Begitu juga dengan kami. Rasa-rasanya sangat sayang jika pemandangan yang menakjubkan ini hanya dinikmati dengan mata telanjang apalagi di era saat ini yang hampir tiap orang eksis dalam sosial media mereka masing-masing. Kamera yang sedari tadi menggantung di leher pun langsung saya arahkan ke pusat objek, Matahari saat sore.

#tanjungpendam #belitong #sunset

senja yang perlahan menghilang

Kali ini saya bersama Bastian, sang fotografer yang menjadi juara di kompetisi #ingetkampung KitaINA. Sengaja saya membuntutinya untuk bisa mengambil ilmu fotografi darinya secara langsung. Beberapa kali ia mengarahkan beberapa teknik memotret secara spontan, mulai dari  untuk menyetting kamera seperti ini dan sebagainya agar saat mengabadikan momen matahari tenggelam nanti bisa sempurna.

Sepasang laki-laki dan perempuan terlihat mesra mengabadikan momen indah sore itu secara bersama-sama. Rombongan perempuan muda pun tak mau kalah dengan pose andalan mereka masing-masing, berfoto dengan latar belakang matahari tenggelam. Atau sekelompok ibu-ibu yang langsung sadar kamera saat saya hendak mengarahkan lensa. “mas..fotoin dong” ajak salah seorang ibu yang tidak saya kenal. Saya pun mengiyakan saja dan jeprettt..tanpa diatur terlebih dahulu, mereka sudah tau harus berpose seperti apa. Beda dengan saya yang kadang bingung mau berpose apa saat difoto, makanya jarang sekali ada foto diri saat bepergian, padahal bisa jadi penanda kalau sudah pernah ke tempat ini dan itu seperti generasi milenial lainnya hehehe.

#senja #pantaitanjungpendam #belitong

berbagi kebahagiaan dengan orang tersayang

Lama saya mengamati tingkah polah para manusia-manusia yang asyik bersosialisasi satu sama lainnya. Saat seperti ini, saya percaya jika manusia sejatinya hanya butuh teman mengobrol, karena tidak mungkin ia bisa menanggung segala macam permasalahannya seorang diri. Tak beda jauh dengan keinginan mempunyai pasangan hidup, sejatinya ia tak sekedar sebagai penggugur kewajiban atas norma-norma sosial serta agama, namun ia lebih dari itu. Seseorang yang ada untuk membagi beban hidup, saling merasa butuh dan juga berbagi kasih.

Momen mengabadikan matahari tenggelam itu terbilang cukuplah singkat, seperti sore ini, tak butuh waktu lama hingga tak terasa matahari sudah hampir hilang. Awan hitam yang membawa butiran-butiran air hujan sudah datang menjemput dan tak berapa lama hujan rintik-rintik hingga deras pun turun. Semua orang berlarian, termasuk saya sendiri. Suasana pantai yang tadinya riuh ramai seketika menjadi sepi seperti kuburan. Ternyata semua orang takut dengan air hujan hehehe.

Terkadang seperti itulah rasa cinta, ia datang secara tiba-tiba, terasa indah namun secepat juga ia perlahan hilang. Ada semacam kalimat pegangan, nikmatilah masa-masa indah yang datang kepadamu, sebelum ia benar-benar pergi dan rasa kehilangan itu akan membuat hari-harimu gelisah. Namun ia akan menjadi sebuah kenangan yang manis saat kamu mengingatnya setahun, atau lima tahun lagi dan kamu akan tersenyum bahkan menertawakannya.

#sunset #tanjungpendam #belitong

aku dan dia (matahari)

Kami pun langsung menuju mobil di lokasi tempat parkir dan hendak menuju penginapan terdekat di pusat kota. Suasana pantai Tanjung Pendam pun kembali sunyi sore itu, diiringi hujan deras yang mengguyur kota Tanjung Pandan, Belitong.

Menikmati matahari tenggelam di Pantai Tanjung Pendam menjadi penutup perjalanan hari pertama trip Belitong bersama Tim KitaINA. Sampai jumpa esok hari….

21 thoughts on “Tentang Senja

  1. Hendi Setiyanto Post author

    masih mending, nek di rumahku hampir susah sekali bisa melihat senja, ketutup sama perbukitan sih

    Reply
  2. Hendi Setiyanto Post author

    gimana ya…desaku ini serba nanggung, dibilang kota bukan, desa ya ga sesunyi desa, di pinggir jalan raya sih

    Reply
  3. Gallant Tsany Abdillah

    Duh kalimat yg ini: Terkadang seperti itulah rasa cinta, ia datang secara tiba-tiba, terasa indah namun secepat juga ia perlahan hilang.

    Foto foto sunsetnya kece bangeet. Kayaknya sunset tuh nggak usah disetting gimana juga tetep bagus deh wkwk

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      Kalimat yang…….gimana gitu ya?
      Eh itu sih dr sononya udh kece…setuju bgt

      Reply
  4. Eko Nurhuda

    Foto-fotonya keren habis, Mas. Butuh kesabaran untuk bisa memotret senja, memotret sunset, dan tentu saja perangkat foto yang bagus.

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      Padahal emg sunsete wes bnr2 apik…tp mmg nunggu momennya kudu sbr krna cpt bgt berubah…bhkn pke kmra hp pun ttp cantik

      Reply
  5. Endah Kurnia Wirawati

    saya kalau lagi sunset di pantai begini lebih senang memperhatikan tingkah orang-orang yang lagi foto2.

    posenya lucu2 dan ciamik mas. hehehehe

    Reply
  6. ghozaliq

    Terkadang seperti itulah rasa cinta, ia datang secara tiba-tiba, terasa indah namun secepat juga ia perlahan hilang.

    Kui cintane klangenan….wkwkkw

    Reply
  7. Hendi Setiyanto Post author

    kalau dekat pantai atau sawah bisa lah tiap sore asal langit cerah, nek nggak coba naik ke atas genteng wkwkw

    Reply
  8. Idris Hasibuan

    Senja bagiku pertanda hari yang cerah akan berganti dengan malam yang tenang, dimana akan ada bintang dan kesenyian malam menemani istrahat.

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      setuju sekali, suasananya memang bikin orang jadi puitis gitu hehehe

      Reply

Leave a Reply