Datang dan ramaikan Yuk!! Acara Wing Craft Expo Banjarnegara

Menurut kalian, apa sih definisi dari kreativitas? Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah tadi baik melalui media cetak, maupun elektronik bahkan pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, terdapat kementerian yang mengurusi masalah kreativitas dan pariwisata yaitu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang saat itu dipimpin oleh Marie Elka Pangestu. Pada era pemerintahan Joko Widodo, tepatnya tanggal 20 Januari 2015, malah membuat sebuah badan khusus yaitu badan ekonomi kreatif (BEKRAF) yang dipimpin oleh Triawan Munaf, ayah dari artis Sherina Munaf.

Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau anggitan (concept) baru, atau hubungan baru antara gagasan dan anggitan yang sudah ada. Nah salah satu hal yang seharusnya saling terkait dari kata kreativitas tadi adalah Pemuda/Pemudi. Bisa dibayangkan kalau pemuda/di sudah penuh semangat, optimis dan tentu saja kreatif maka akan menghasilkan sebuah pemikiran baru atau malah gagasan baru demi kemajuan bangsa.

Sudah sepantasnya sebagai anak muda, saya, kamu, mereka bisa terus mengasah kreativitas dalam segala hal tentunya sesuatu yang positif.

Tau nggak, kalau beberapa kota besar di Indonesia dinobatkan sebagai kota-kota kreatif di antaranya adalah Bandung, Jogjakarta, Solo. Sebagian besar jiwa-jiwa yang menggerakan kota-kota tadi menjadi lebih kreatif adalah para pemuda-pemudinya. Ingat, beberapa puluh tahun ke depan, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi berupa melimpahnya penduduk berusia muda dan sudah seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa.

Nah kalau tadi sudah berbicara tentang kreativitas dalam sebuah teori, maka kali ini saya akan memberikan contoh langsung dari sebuah teori tadi. Beberapa hari ini, kota tempat saya tinggal, Banjarnegara sedang mengadakan sebuah acara yang bertajuk Wing Craft Expo, Banjarnegara Youth Creativity Center yang berlangsung dari tanggal 14-17 Februari 2018, lokasinya berada di pusat kuliner Banjarnegara atau Kuliner Banjarnegara (Sebelah Barat POM Bensin Kota atau Ex Gedung Pertanian, Jl. Pemuda No. 73. Banjarnegara).

Acara tadi adalah sebuah ajang kreativitas bagi anak muda di Banjarnegara. Intinya Wing Craft Expo ini ingin mengajak seluruh muda-mudi Banjarnegara untuk mengeluarkan segala macam kreativitasnya dan pemerintah yang mewadahinya. Gelaran ini bisa dinikmati dari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 Wib. Lokasinya yang persis di tengah kota memudahkan para pengunjung untuk datang berkunjung dan melihat langsung potensi anak mudanya dan yang paling penting tidak ada biaya masuk alias Gratis!!.

Saya, bersama komunitas Blogger Serayu pada hari jumat ini yang bertepatan dengan tanggal merah Imlek akhirnya berkesempatan langsung untuk melihat jalannya acara ini. Suasana kota Banjarnegara pagi itu tidak terlalu ramai sehingga perjalanan ke sini begitu menyenangkan dan lancar jaya.

Bersama anggota komunitas Blogger Serayu lain yaitu, Ela, Ahmad dan Idah, saya pun langsung menuju lokasi kumpul dan langsung melihat satu persatu stand yang ada di Gedung Kuliner Banjarnegara ini. Oh ya sekedar informasi, beberapa hari lalu, bertepatan dengan pembukaan Wing Craft Expo maka dilakukan juga acara peresmian Kuliner Banjarnegara yang langsung dipimpin oleh Bupati Budhi Sarwono.

Jadi setelah acara ini selesai, gedung ini tentu saja akan dijadikan sebagai pusat kuliner di Banjarnegara, ya boleh lah mirip-mirip hawker (tempat pedagang kaki lima menjual makanan) di Singapore (Cuma lihat di youtube hehehe).

***

Memasuki gedung pertama kali, pengunjung akan disambut oleh sebuah banner besar yang dijadikan sebagai titik berswafoto, oh ya ada juga lho lombanya dengan hadiah merchandise menarik. Selain ada puluhan stand yang memamerkan berbagai macam produk lokal Banjarnegara, di panggung utama juga menampilkan pertunjukan musik langsung, stand up comedy, pembacaan puisi dari anak-anak muda Banjarnegara. Selain itu juga nantinya akan ada workshop tentang gerakan anti narkoba atau GRANAT.

Melihat Cara Membatik

Saat saya mampir ke salah satu stand di dekat pintu masuk, terlihat anak muda yang sedang mencoba langsung caranya membatik, tentu saja batik yang ditampilkan adalah batik khas Banjarnegara. Awalnya terlihat sangat mudah saat canting yang sudah berisi lilin diambil dari atas wajan namun saat menggoreskannya pada pola yang telah dibuat, lilin-lilin tadi berceceran. Orang yang melihat pun akan berpikiran mudah namun saat mencoba langsung akan sedikit berbeda karena tidak semudah yang dibayangkan.

Baru Tau Apa Itu Aquascape

Bergeser lagi ke stand lainnya, saya pun dibuat terpesona dengan adanya akuarium yang berisi ikan-ikan kecil hias. Mungkin kalau akuarium biasa saya sudah tidak heran lagi namun yang ini berbeda karena berisi tanaman hidup dan terlihat sangat hijau. Istilah kerennya adalah aquascape. Selain terlihat alami, keberadaan tanaman hidup di dalam akuarium ini membuat cantik ikan-ikan yang hilir mudik ke sana ke mari. Tidak semua tanaman bisa digunakan di dalam akuarium ini, beberapa tanaman rumput-rumputan yang sering saya temui di kolam dekat sungai terlihat cantik. Media tanam yang digunakan adalah berupa pasir khusus yang saat  saya tanya ke penjaga stand-nya juga dijual di sini.

Selain akuarium yang berisi tanaman hidup, ada juga aquascape yang mengkombinasikan tanaman hidup, akar-akaran, bebatuan serta pasir putih yang dibuat khusus menyerupai air terjun. Tentu saja pasir tadi digerakan dengan menggunakan semacam pompa. Oh ya satu hal lagi yang penting dari aquascape ini adalah pencahayaan yang menggunakan lampu khusus dan waktunya pun diatur sedemikian rupa agar tanaman di dalamnya terus hidup dan hijau. Untuk proses membersihkannya, air di dalam akuarium bisa dibuang bertahap namun jangan sampai habis karena akan merusak tanaman, kemudian tinggal dilap kaca di dalamnya dari lumut-lumut. Saat saya tanya, ada lho aquascape yang sudah jadi berharga jutaan rupiah.

Produk Olahan Makanan dan Minuman Banjarnegara

Pada deretan stand makanan serta minuman, pengunjung bisa menemukan berbagai macam produk minuman mulai dari susu olahan hingga kopi. Salah satu stand kopi yang ramai adalah Kopi Sabin dan Warung Stasiun. Keduanya merupakan produk lokal Banjarnegara mulai dari biji kopi yang ditanam di beberapa daerah di Banjarnegara, tentu saja orang-orangnya adalah muda-mudi yang mempunyai passion khusus di dunia perkopian.

Tau nggak kalau, kopi dari Banjarnegara kini makin dikenal masyarakat luas. Sebut saja kopi Arabica Ratamba, Kasmaran, Pletuk yang kesemuanya ditanam di tanah Banjarnegara. Selain itu, di beberapa sudut kota kini dipenuhi warung-warung kopi berkonsep menarik, muda dan juga kreatif yang sering menjadi tempat gaulnya anak muda Banjarnegara.

Pada deretan stand makanan maupun olahan, pengunjung bisa mampir ke meja-meja yang menjual olahan buah khas Banjarnegara yaitu salak. Selain dijual seperti biasa, ternyata buah salak di sini juga diolah menjadi sirup, dodol dan juga keripik. Di beberapa lokasi, salak malah dibuat menjadi sebuah mie yang bisa diaplikasikan dengan berbagai jenis masakan mulai dari mie goreng, kuah hingga ramen.

Stand Informasi Wisata

Masih belum capek? Yuk lanjut lagi ke stand berikutnya. Selain ada stand makanan dan minuman, di sini juga ada lho stand yang menawarkan paket-paket wisata di Banjarnegara. Kalian pasti tau kalau Banjarnegara dikenal dengan Diengnya namun jika ingin tak jauh-jauh plesiran di dekat kota, kalian bisa berkunjung ke Surya Yudha Park yang super lengkap mulai dari hotel, water park, bioskop, karaoke, gedung olahraga hingga paket bermain arung jeram sungai Serayu.

Stand Pecinta Binatang dan Ojek Online, hmmm…

Tak jauh dari stand tadi terdapat beberapa pecinta binatang Banjarnegara yang memamerkan kelinci, kucing hingga hamster. Selain bisa dijadikan sebagai hobi, memelihara binatang-binatang tadi ternyata berpeluang menjadi sebuah bisnis, lagi-lagi otak kreatif anak muda yang bekerja. Jadi kreatif itu tak melulu soal seni melukis, menyanyi atau semacamnya namun lebih luas dan bisa berdampak langsung demi kepentingan ekonomi.

Berita pentingnya, salah satu aplikasi ojek online kini hadir juga di Banjarnegara yang tergabung dalam Grab Banjarnegara, mereka juga ikutan acara ini lho.

Berkenalan Dengan Tepung Mocaf

Mendekati pintu keluar, masih ada satu stand lagi yang menarik perhatian saya yaitu, olahan tepung singkong yang dibuat menjadi berbagai macam bahan makanan maupun roti atau istilahnya adalah tepung Mocaf (Modified  Cassava Flour).

Tepung mocaf tadi diproduksi oleh UMKM Karunia yang beralamat di jalan Sokanandi dan Pesangkalan Banjarnegara. Singkong juga menjadi tanaman yang banyak ditemui di Banjarnegara, selain dijadikan sebagai tepung tapioka, jika diolah khusus dan diberi sentuhan kreativitas dan inovasi maka nilai tambahnya pun akan didapat selain nilai ekonomisnya.

Oh ya, tepung mocaf ini bisa digunakan untuk membuat brownies, kue kering, bolu, pie dll. Saat itu juga dijual pie yang berisi dawet, hmm perpaduan makanan yang tetap mengedepankan unsur lokal Banjarnegara yaitu dawet. Untuk satu bungkusnya, tepung ini dihargai Rp 6000 saja, sangat terjangkau tentunya.

Yang membuat menarik adalah tepung tadi diolah sedemikian rupa hingga terbebas dari gluten. Apa sih itu gluten? Gluten adalah campuran amorf (bentuk tak beraturan) dari protein yang terkandung bersama pati dalam endosperma (dan juga tepung yang dibuat darinya) beberapa serealia, terutama gandum, gandum hitam, dan jelai. Dari ketiganya, gandumlah yang paling tinggi kandungan glutennya. Namun singkong pun bisa dibuat menjadi tepung yang bebas gluten, tentu dengan teknik tertentu.

Tepung yang bebas gluten ini, kata penjaga stand-nya sangat cocok untuk para penderita diabetes yang tetap ingin mengkonsumsi tepung-tepungan atau karbohidrat namun tak perlu takut berefek pada penyakitnya. Sekali lagi, kreativitas dan inovasi berperan di sini.

Aduh rasanya kalau diulas satu persatu maka akan jadi tulisan yang panjang lebar dan membosankan, jadi kalian yang kebetulan singgah di kota Dawet Ayu Banjarnegara, yuk mampir ke acara Wing Craft Expo ini, ssttt besok hari terakhirnya loh.

Banjarnegara Youth Creativity Center

Diharapkan dengan adanya acara seperti ini, dapat mengangkat potensi lokal Banjarnegara dari tangan-tangan anak muda yang selalu optimis. Selain itu juga keberlangsungan ekonomi kreatif dapat terus terjadi karena makin banyak anak muda yang menunjukan potensinya.

Saya yakin, jika para pemuda-pemudi Banjarnegara bergerak bersama, mempunyai misi yang sama untuk membuat Kabupaten Banjarnegara tak hanya dikenal dengan Diengnya saja namun menunjukan sisi kreativitas yang lain, maka tak pesimis jika kota ini ke depannya juga bisa disandingkan dengan kota-kota kreatif lain di Indonesia. Kata kuncinya cuma satu kreatif dan motor penggerak utamanya adalah para pemudanya, maka bisa jadi suatu saat nanti di kota ini akan ada wadah khusus yang menampung segala macam kreativitas anak mudanya, aamiin.

***

Selepas berjalan-jalan kami pun istirahat dan makan-makan dari hasil buruan di dalam acara tadi bersama teman-teman Blogger Serayu.

Tips saat datang ke sini: pakai pakaian yang nyaman karena cuacanya lumayan panas dan bikin keringetan, dan yang tak kalah penting adalah bawa uang tunai yang banyak biar bisa belanja dan makan minum sehingga para pelaku kreatif yang ikutan tadi tersenyum bahagia, anda senang kami pun senang, salam…..

Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition Wing Craft Expo yang diselenggarakan oleh Indakop Banjarnegara bekerja sama dengan GenMile Banjarnegara”.

12 thoughts on “Datang dan ramaikan Yuk!! Acara Wing Craft Expo Banjarnegara

  1. ghozaliq

    Lho? Nggo expo tah sidane? Tak kira dadi tempat dodolan sing nang kidul alun-alun…
    Tak kira expone nang terminal lama, ahaha

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      iya go expo tapi bar kui go kuliner banjarnegara, jarene sih…

      Reply
        1. Hendi Setiyanto Post author

          duh apamaning aku sing jarang meng kota, hahaha rencana ke depan pun tak tau…

          Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      waduhh kemarin nggak ada testernya hahaha, tapi aku pernah buat kok di rumah, rasanya ya salak sih hahahaha. ini solusi saat harga salak murah meriah dan bingung mau diapain wkwkwk

      Reply
  2. Gallant Tsany Abdillah

    Kereeennn. Banjarnegara ada acara begini. Penyaluran kreativitas warga yang tepat nih. Harusnya dicontoh sama kabupaten/kota yang lain 😀
    E siapa tu yg di stand sirup salak? Wkwkwkw

    Reply

Leave a Reply to ghozaliq Cancel reply