Ternyata Ada Fega di Pinggir Danau

“Makan dimana nanti, bang? Tanya salah seorang Tim KitaINA menjelang mobil akan menepi ke sebuah bangunan besar bertuliskan “R.M Fega”. Jadi…Fega yang dimaksud adalah nama sebuah rumah makan yang berada di pinggiran danau daerah Belitong Timur, mungkin saja nama ini disematkan untuk merujuk pada istri atau malah anak si pemilik usaha rumah makan ini.

IMG_9797

rumah makan Fega

“Kita makan di sini saja, salah satu restoran favorit bagi para pelancong, pemiliknya juga asli orang sini” Jawab Mas Rangga, sang tour guide kami selama di Belitong.

“Kita manut saja lah bang, orang sudah laper juga setelah seharian sedari tadi jalan-jalan terus” Sahut Khoerul ikut menimpali.

Rumah Makan Fega ini berada di Jl. Jend. Sudirman, Baru, Manggar, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. Ada begitu banyak pilihan tempat makan yang bisa dipilih oleh para pengunjung. Saung-saung tersebar luas tinggal selera masing-masing. Ingin suasana ramai bisa pesan di saung yang berukuran besar. Ingin menikmati suasana makan seperti di atas kapal, bisa memilih saung yang berada di pinggiran danau dan bentuk saung ini mirip buritan kapal. Kami pun memilih tempat lumayan tinggi dengan pemandangan langsung menghadap birunya danau buatan berair payau ini.

Gemerincing suara kerincingan khas Bali yang bergerak karena hembusan angin membuat kami merasa damai. Suasana danau begitu tenang, sejuk, ditemani semilir angin yang tak henti-hentinya memanjakan kami.

Tak berapa lama, makanan yang mungkin sebelumnya telah dipesan oleh Tim KitaINA atau tour guide kami, Mas Rangga, satu persatu telah tersaji di meja. Ikan Tengiri bakar, sayur kangkung pedas, Ikan kuah kuning asam manis, sate ayam, cumi goreng tepung krispy hingga aneka sambel manis maupun asin. Ahhh perut rasanya ingin segera diisi.

IMG_9784

makanan yang harus dihabiskan oleh lima orang, yang dua sedang diet jadi makannya dikit

Saya yang pada dasarnya tidak suka dengan hidangan serba ikan, seakan dibuat malu karena kini malah begitu tertarik dan lahap menyantap daging ikan bakar yang sangat lembut padahal hanya dibaluri bumbu sederhana.

Salah satu yang menarik perhatian kami semuanya adalah sajian Ikan Kuah Kuning Asam Manis yang rasanya begitu segar. Sama seperti sebelumnya, saya pun awalnya memicingkan mata saat hidangan ini disajikan. Bayangkan saja, ikan yang digoreng saja kadang jijik apalagi melihat masih ada sisiknya, lha ini malahan ikan dimasak kuah begitu saja. Membayangkan saja sudah membuat hilang nafsu makan, tapi setelah dibujuk oleh teman-teman saya pun akhirnya mencicipinya dan walah dalah ternyata enak wkwkwk. Perpaduan bumbu rempah, asam manis buah nanas dan juga kunyit ternyata membuat sajian ikan berkuah ini terasa segar dan benar-benar tidak amis sama sekali.

IMG_9785

ikan kuah asam favorit dan khas Belitong

Saya, Tim KitaINA, Bastian dan Khoerul langsung menikmati hidangan yang telah tersedia. Rasanya tak bakalan kuat menghabiskan semua hidangan tadi walaupun dimakan berlima, salah satu tipsnya adalah jangan kebanyakan mengambil nasi tapi lauknya yang dibanyakin sehingga perut tidak terlalu penuh. Rasanya sayang juga kalau makanan seenak ini tidak sampai habis hehehe.

IMG_9789

sate ayam yang rasanya tak jauh beda dengan di pulau Jawa

Tenang…masih ada sate ayam yang sudah melambai-lambai untuk segera dijamah. Kami pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini dan akhirnya dilahap sampai habis, jangan lupa, kuncinya jangan makan nasinya kebanyakan. Kami pun berpikiran positif saja, daripada sudah pesan banyak makanan namun bersisa dan akhirnya terbuang, lebih baik dimakan saja hehehe.

Satu yang saya suka dengan Belitong ini, makanannya enak dan enak banget, pas dengan lidah orang jawa karena cenderung manis, pedas hmmmm.

Tak berapa lama, Bastian pergi meninggalkan kami guna berkumpul dengan temannya yang kebetulan asli orang Belitong. Sementara itu saya mencoba menikmati suasana danau ini seorang diri. Si Khoerul pun tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk mengambil video demi materi vlognya.

Sebenarnya di pinggiran danau ini terdapat dermaga apung yang bisa digunakan oleh pengunjung untuk menaiki perahu atau sekedar duduk-duduk menikmati suasana danau lebih dekat. Beberapa pasangan sejoli yang sedang jatuh cinta terlihat duduk-duduk santai menikmati pesona danau ini. Beberapa perempuan-perempuan pun tak mau kalah untuk berselfie hingga berfoto ramai-ramai dengan latar belakang danau cantik ini.

Waktu sholat Dzuhur telah lewat dan saya bersama Khoerul pergi menuju Mushola terdekat yang masih di dalam komplek Rumah Makan Fega ini. Fasilitasnya lumayan lengkap dan lokasinya yang berada di pinggiran danau membuat para pengunjungnya bisa ngadem sebentar di tengah teriknya cuaca Belitong siang bolong seperti ini.

Selepas perut kenyang dan melaksanakan kewajiban, saya pun mencoba berjalan menuju dermaga apung dan duduk-duduk menikmati semilir angin, benar-benar bikin rileks setelah sebelumnya capek dan kepanasan.

Matahari makin tergelincir dan perjalanan kami di Belitong ini masih terus berlanjut. Kemanakah tujuan kami berikutnya? Tunggu cerita berikutnya…

10 thoughts on “Ternyata Ada Fega di Pinggir Danau

  1. Halim Santoso

    Ikan di Belitong baru mati sekali, Hen. Rasanya pasti lebih fresh dan nggak amis dibandingkan dengan konsumsi makanan laut yang tinggal di pedalaman seperti kita hahaha. Ikan dan seafood yang lain sudah mati berkali-kali sesampainya di kota-kota bukan pesisir di Jawa. 😀

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      jadi inget kalau aku tinggal di daerah pegunungan dan pas ada tukang ikan lewat, kondisi ikannya udah kaku, bau lagi makanya jijik dan kurang suka apalagi yang bersisik2 gitu, masih mending ikan asin sekalian wkwkwk

      Reply
  2. Eko Nurhuda

    Aish, itu ikan kuah asamnya sangat menggoda sekali. Santannya kental banget, kelihatan dari warnanya. Nyam! Andai aku ada di sana, kalian nggak kebagian semua 😀
    Btw, ini berapa hari tur Belitong-nya, Mas? Kayanya lama banget ya. Puas deh di sana.

    Reply
  3. Fanny Fristhika Nila

    Tosss kita. Pas ke belitung dulu, aku jg underestimate ama ikan kuah kuningnya. Udh kebayang amis :p. Tp pas dicoba, uwaahhh trnyata sukaaak :p. Belitung mah buat pecinta seafood surga banget. Tp bagi yg alergi ato memang ga suka seafood, pasti ga bakal seneng ksana :p

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      iya awalnya ngiranya begitu tapi pas dicoba eh enak dan nggak bau amis sama sekali…
      aku sebenere alergi udang tapi yang ukurannya kecil2, bisa gatal2, pusing dan muntah

      Reply

Leave a Reply