Kali Pertama di Bandara Soekarno Hatta

Suasana pintu terminal 2F Bandara Soekarno Hatta pagi itu terbilang ramai. Orang-orang sepertinya banyak yang memilih penerbangan pagi. Saya yang notabene baru pertama kali ke Bandara tapi tidaklah ndeso-ndeso amat karena sering menonton bagaimana orang naik pesawat mulai dari check in di bandara hingga naik ke pesawat. Jauh-jauh hari saya telah mempelajari detailnya hingga lokasi terminal 2F mulai dari toilet, pintu masuk hingga harus bagaimana jika memilih maskapai A atau B yang terminalnya di 2F ini.

Oh ya kali ini perjalanan saya dalam rangka trip ke Belitong bersama KitaINA.id yang beberapa bulan lalu menyelenggarakan kompetisi #IngetKampung dan saya adalah salah satu pemenang dari kategori tulisan. Ada dua orang pemenang lagi yang ikutan trip ini, keduanya pemenang untuk kategori video dan foto. Saya berasal dari Banjarnegara, yang dari Bandung ada mas Bastian sang juara kategori foto dan dari Bogor ada Khoerul, juara kategori video.

Ketiga pemenang tadi akan mendapatkan hadiah paket trip ke Belitong selama tiga hari dua  malam mengunjungi pantai-pantai cantiknya, kulinernya serta kotanya.  Kami tidak sendiri karena dari tim KitaINA sejumlah dua orang wanita cantik akan memandu kami menjelajahi Pulau Belitong.

Seperti biasa, saya menjadi peserta pertama yang datang terlebih dahulu di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta. Setelah turun dari taxi, saya bergegas masuk ke dalam terminal ini guna mencari tempat duduk yang masih kosong sembari menunggu teman-teman yang datang dan juga menunggu waktu Sholat Subuh tiba.

Tak berapa lama, sosok Bastian pun terlihat dengan perawakan tinggi dan dengan syal khas arabian yang terkalung di lehernya. Saya cepat hafal karena beberapa hari sebelumnya sering “kepoin” akun sosial media para pemenang untuk mengenal lebih lanjut para pemenang yang akan trip bareng ke Belitong.

“Hallo…mas Bastian ya? Saya Hendi…dari Banjarnegara” sapa saya kepada mas Bastian yang tengah duduk di kursi tunggu bandara.

Kami pun akhirnya ngobrol dan bisa cerita satu sama lainnya hingga kemudian tim dari KitaINA datang, Kak Ajeng. Tak lama kemudian sosok si Khoerul dari Bogor pun terlihat dan sempat terpisah tempat duduk hingga saya colek untuk bergabung di kursi yang sama.

Kini personel sudah empat orang dan tinggal menunggu satu orang lagi dari KitaINA. Kali ini datang seorang perempuan berhijab dengan senyuman manisnya, Kak Dyang nama perempuan yang saya sebutkan tadi. Akhirnya tim yang akan trip ke Belitong ini sudah lengkap.

Waktu subuh hampir tiba, saya dan Khoerul memilih ke Mushola di dalam area Terminal 2F sementara, Bastian sudah melewati proses pemeriksaan oleh petugas bandara dan masuk ke ruang tunggu di dalam. Tim dari KitaINA masih menunggu kami yang sholat di ruang tunggu.

Setelah sholat subuh, kami langsung masuk ke ruangan menuju counter check in dengan terlebih dahulu mengumpulan KTP kami untuk mempermudah proses. Si Khoerul pun memulai aksi ngevlognya dengan kamera yang selalu dipegangnya. Ada hal lucu saat si Khoerul harus bolak-balik keluar masuk pintu pemeriksaan dan sempat kena tegur petugas bandara karena masih merekam saat proses pemeriksaan barang bawaan.

Kini proses pemeriksaan pertama sudah beres, tinggal menunggu proses check in di maskapai yang dipilih. Kali ini rombongan memilih menggunakan Pesawat Sriwijaya Air. Sebenarnya ada juga maskapai Garuda maupun NAM Air yang terbang ke Belitong, namun bagi yang ingin hemat tentunya tau harus memilih maskapai mana yang hendak dinaiki.

suasana di konter check-in

Proses kedua terlewati, waktu menjelang pukul enam pagi. Kami berjalan lagi menuju lokasi pemeriksaan terakhir sebelum turun menuju landasan udara dan menaiki shuttel bus yang disediakan pihak maskapai.

Ya ini kali pertama merasakan langsung bagaimana rasanya proses naik pesawat di Bandara, syukurlah tidak terjadi hal-hal yang bikin malu hehehe.

Tak berapa lama shuttle bus tersedia dan kami bergegas menuju pesawat. Langit bandara pagi itu lumayan berkabut hingga jarak pandang tidaklah bisa sebebas yang diinginkan.

Satu persatu para penumpang menaiki pesawat dan disambut senyum manis pramugari yang bertugas pagi itu. Saya kali pertama naik pesawat mendapatkan kursi duduk yang banyak diincar oleh penumpang yaitu di dekat jendela. Argghhhh…rasanya sangat menyenangkan sekaligus campur aduk karena grogi.

Bagaimana rasanya pertama kali naik pesawat? Tunggu cerita berikutnya….

 

33 thoughts on “Kali Pertama di Bandara Soekarno Hatta

  1. Alid Abdul

    Jadi ingat pertama kali saya naik pesawat dari Surabaya ke Jakarta. Duh ndeso banget waktu itu. Sampek ketipu bayar asuransi di atas. Sekarang bakul asuransi sudah gak ada lagi.
    Kalau dulu datang lebih awal, sekarang malah meremehkan. Bahkan beberapa kali hampiiiiiiiir saja ketinggalan pesawat. Masuk pesawat juga gitu. Semua antri tertib, saya duduk-duduk santai sampai semua masuk. Saya masuk terakhir sendiri haha.
    Dulu favorit saya duduk dekat jendela. Sekarang lebih suka duduk pinggir lorong.

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      mungkin dulu belum setertib sekarang ini (mungkin). lain cerita kalau benar2 sendirian kali ya, pengalaman pertama memang unik dan layak dikenang hahaha.
      btw alasannya kenapa duduk di pinggir lorong?

      Reply
      1. Alid Abdul

        Kalau ke toilet gampang tanpa permisi ke penumpang sebelah. Ruang kaki lebih luas bisa selonjor ke samping-samping. Tapi klo memang gak ingin terganggu dan tidur pulas milih di dekat jendela.

        Reply
        1. Hendi Setiyanto Post author

          Oh gitu, kalau aku kebiasaan ntah di bis atau kereta apalgi kemarin di pesawat, sengantuk apapun tetap nggak bisa barang sepuluh menitan untuk tidur. belum nyoba toilet di pesawat, penasaran sih hahaha

          Reply
          1. Alid Abdul

            Wakakakaka lha wong aku dibangunin petugas bandara saja pernah karena tidur pulas di kursi tunggu. “Mas-mas bangun, ke Banjarmasin ya? Itu pesawatnya udah mau berangkat” wkakakaka

  2. Desfortin

    Sy jg jd ingat pertama kli naik pesawat thn 2015 llu, saat sy trip k Jakarta llu k Bogor. Tp krn sy waktu itu gak sendirian, ada teman yg udah biasa naik pesawat, jd gak bgtu kesulitan sih.
    Ditunggu kisah slnjutnya ya, mas Hendi.

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      hahaha, ini juga masih mending karena ramai2 jadi ga bingung2 amat lah…

      Reply
  3. Avant Garde

    Iya mas, ditunggu ya cerita berikutnya tentang bandara belitung …. aku belum pernah ke belitung, baru ke bangkanya doang, penasaran hahaha

    Reply
  4. ekahei

    Pengalaman pertamaa selalu berkesan ya mas.. hehehe aku pertamakali naik pesawat, ya sriwijaya juga mas. Kaget nemu org jualan souvenir diatasnya
    .
    .
    🙂

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      kemarin juga masih ada yang jualan macem2, mbak2 pramugarinya sih, bahkan kaftan hingga kacamata dipakai langsung sambil mondar-mandir nawarin ke penumpang hahaha

      Reply
  5. Adie Riyanto

    Jadi inget dulu. Terminal 2 SHIA itu semacam punya prestise tersendiri sebelum ada terminal 3 seperti sekarang. Apalagi kalau naik atau turunnya di terminal 2D. Itu artinya penerbangan internasional atau naik garuda untuk domestik. Hehehe. Segalanya di terminal 2 emang menyenangkan sih. Sampe sekarang masih suka terbang dari terminal 2. Tapi belum pernah dari 2F sih *angkat dagu dikit* 😛

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      iya aku pun kemarin sempat browsing, sebelum ada terminal 3 ultimate, penerbangan internasional ya di terminal 2.
      hahaha iya lah, udah beda kelas…aku mah apa atuh

      Reply
  6. BaRTZap

    Semoga pengalaman ini jadi pembuka perjalanan-perjalanan selanjutnya ya Hen. Yang lebih jauh, yang lebih nambah ilmu tentunya 🙂

    Reply
  7. bersapedahan

    pengalaman pertama ke bandara soetta pasti gimana gitu … belum lama ini saya ke bandara dan sengaja parkir di terminal 2 dan naik kereta bandara dari 2 ke 3 … pengin sekalian nyobain keretanya .. haha

    Reply
    1. Hendi Setiyanto Post author

      waduh yang itu belum pernah nyoba, semoga ada kesempatan lagi naik pesawat terus nyoba kereta bandaranya plus kereta antar terminalnya aamiin

      Reply

Leave a Reply to Ella Cancel reply