Pengalaman Pertama Mencari Penginapan di Jogjakarta

Setelah berjalan kaki menyusuri jalan sepanjang Malioboro di tengah terik panas matahari, telapak kaki ini terasa panas padahal sudah memakai sepatu + kaos kaki hingga saya sampai di gang Sosrokusuman persis sebelah kanan Mall Malioboro. Langkah kaki ini terus menyusuri gang sempit di belakang gedung-gedung pertokoan yang berjejer rapi hingga saya menghentikan langkah kaki menuju sebuah Hotel, lebih tepatnya sebuah penginapan.

Saya langsung masuk saja kedalam penginapan tersebut sembari berteduh di tengah terik panas matahari. Tanpa basa-basi langsung menuju meja resepsionis untuk melihat beberapa jenis kamar yang disediakan oleh penginapan tersebut.

Setelah membolak-balik daftar harga kamar,saya memutuskan untuk tidak jadi memesan beberapa kamar tersebut karena tidak sesuai dengan budget yang telah saya perkirakan. Oh ya nama penginapan tersebut saya lupa hehehe, rata-rata harga kamar per hari di penginapan tersebut antara Rp 250.000 – 350.000 per malam.

Saya pun melanjutkan jalan kaki tapi setelah jalan beberapa langkah akhirnya saya memutuskan untuk masuk ke sebuah penginapan persis sebelah tempat yang tadi yaitu hotel WHW (kenyataannya lebih mirip penginapan atau malah kos-kosan hahaha).

Kesan pertama kali masuk adalah sejuk dan adem karena penginapan tersebut punya halaman yang cukup luas untuk ukuran sebuah bangunan di tengah kota.

Saya pun langsung menuju meja resepsionis dan bertanya-tanya tentang harga kamar per malamnya. Tidak butuh waktu lama untuk memesan kamar,saya pun memutuskan untuk memesan kamar yang tarifnya Rp. 120.000 per malam pas banget sesuai budget yang saya perkirakan.

Oh ya saya memesan kamar untuk 3 hari dan cukup menyerahkan uang + KTP untuk jaminan.

Badan rasanya sudah capek dan lelah , maklum jarang juga berpanas-panas ria di tengah kota Jogja lagi. Sayapun langsung menuju kamar yang dipesan tadi sambil diantar bapak pemilik hotel . Kamar yang saya pesan lumayan lah untuk harga Rp. 120.000 per malam antara lain 2 buah bed tempat tidur, ada kipas angin dan juga sebuah kamar mandi di dalam. Saya pun langsung rebahan sambil istirahat menunggu sampai sore sebelum memulai petualangan.

Tips, untuk memesan kamar yang murah di Jogja sebaiknya jangan cuma mengandalkan hasil googling di internet, karena kadang antara gambar dan tarif tidak sesuai dengan yang ditampilkan di web.

Tips, jangan pernah malu untuk menyambangi tiap hotel atau penginapan untuk menayakan tarif kamar permalamnya.

Tips, tanyakan fasilitas apa saja yang sudah termasuk tarif hotel seperti segelas teh manis tiap pagi atau sarapan. Karena kadang fasilitas tambahan biasanya akan dikenai tarif tersendiri.

Tips, pastikan keamanan kamar yang kita tempati seperti kunci yang masih berfungsi dan jangan lupa kunci jangan sampai hilang karena kita yang bawa saat kemana-kemana.

Tips, jangan pernah meninggalkan kamar dalam keadaan lampu, kipas,dan air dalam keadaan menyala, karena berdasarkan pengalaman, saya ditegur pemilik hotel dan listrik akhirnya dipadamkan dari luar oleh si Bapak tadi.

Tips, sebaiknya jangan keluar hotel sampai lewat jam 12 malam, bukannya apa-apa tapi si Bapak tadi nggak mau bukain gerbang hehehe. Jadi pulanglah sebelum jam 12 malam ya hehehe.

Saya rasa cukup segitu dulu pengalaman saya dalam memesan hotel di Jogja dan serba serbinya, semoga bermanfaat bagi anda yang berencana liburan sendiri ke suatu tempat, juga baru pertama kali juga kemana-mana sendiri hehehe. Satu lagi jangan pernah malu untuk bertanya karena “malu bertanya sesal dijalan”.

2 thoughts on “Pengalaman Pertama Mencari Penginapan di Jogjakarta

  1. fanny fristhika nila

    foto2 hostelnya ga difoto ya mas 🙂

    aku kalo ke yogya jrg nginep…soalnya lgs balik lg k solo biasanya :D.. kec kemarin acara kntor, baru deh nginep… sekalinya itu doang 😀

    Reply
    1. ndayeng Post author

      sebelumnya terima kasih sudah mau membaca,itu sebenarnya mau tak pasang fotonya tapi keburu sambungan internetnya macet jadi ya posting aja dulu ntar baru dibenerin lagi,itu juga pengalaman pertama backpacking sendiri tapi kalau ke jogja rame-rame sih sudah pernah beberapa kali.maklum saya asli banjarnegara jadi kalau nggak nginep di jogja ya gitu deh…hehe

      Reply

Leave a Reply