Semarang Old City Tour Part 2

Ini adalah lanjutan cerita tentang jalan-jalan di Kota Lama Semarang.

Jadi setelah hampir beberapa jam jalan kaki sambil membawa gembolan di punggung dan tangan, kami pun beristirahat di taman tak jauh dari Gereja Blenduk.

Tak terasa botol air minum yang saya bawa tinggal menyisakan beberapa tetes air saja. Memang cuaca Kota Semarang itu aduhai sekali. Membuat peluh terus mengucur hingga membasahi kaos.

Perjalanan berikutnya dilanjutkan dengan menyusuri trotoar jalan raya. Sesekali tercium aroma sedap dari celahnya, ya aroma bau khas got. Continue reading

Semarang Old City Tour Part 1

Mungkin ini masa-masa dimana saya sungguh butuh banyak energi untuk memulai kembali kebiasaan menulis terutama di blog ini.

Ada saat ketika saya bisa menulis satu postingan dalam sekali waktu. Pun ketika sedang bepergian pada pagi harinya dan harus memposting tulisan malamnya. Namun seiring berjalannya waktu, perlahan tapi pasti semuanya mulai berubah. Sama seperti kemampuan otot orang yang makin berumur tentu saja mengalami perlambatan. Continue reading

Pengalaman Mengikuti Bimtek Kepenulisan Sejarah di Semarang

Beberapa kali, saya menjadi orang yang terlalu optimis akan segala sesuatu. Mungkin ini perasaan yang baik saat selalu berpikir positif dalam menjalani hidup, namun saya melupakan sesuatu yang penting.

Bahwa dalam hidup, sering kali kita menemui berbagai kegagalan, pencapaian yang tidak sesuai harapan dan banyak hal lainnya. Lebih mengerucut lagi mengenai kegagalan demi kegagalan dalam mengikuti kompetisi menulis melalui media blog.

Pun saat salah seorang teman bloger mengajak saya mengikuti kompetisi menulis. Kali ini lebih spesifik tentang sejarah. Tiba-tiba mikir kalau itu benar-benar bukan hal yang mudah bagi saya. Continue reading

Sehari Bersama Ali di Rembang-Purbalingga

Berawal dari giveaway di blog ini, saya kemudian kenal dengan salah seorang pemenang yang usut punya usut ternyata tinggal di Banjarnegara.

Dia bernama Ali Azimi, seorang bloger (tumpukankatakata.wordpress.com) yang berasal dari Ciamis, Jawa Barat dan kini tinggal dan bekerja di Banjarnegara.

Setelah berkomunikasi panjang lebar melaui DM Instagram akhirnya kami pun kopi darat. Tujuan awal sebenarnya hanya untuk mengambil hadiah berupa tas. Namun akhirnya dia saya ajak sekalian jalan-jalan ke Kabupaten Purbalingga yang notabene tidaklah jauh dari rumah. Continue reading

Panggil Saja, Pak Yono Jam!

Sebuah lorong sempit, pengap, dan penuh dengan sampah yang berceceran menjadi pemandangan yang jamak ditemui saat ke pasar tradisional. Jalan setapak yang dipenuhi lalu lintas manusia silih berganti menjadi lalu lalang orang-orang menuju arah masing-masing.

Kali ini saya bukan hendak berbelanja sayur mayur maupun kebutuhan sehari-hari melainkan ingin mencari tukang reparasi jam tangan. Sebuah pekerjaan yang lumayan jarang ditemui untuk saat ini tapi mereka masih terus eksis walaupun jumlahnya langka.

Gegap gempita merayakan pergantian tahun seakan tak terasa di kampung kami. Semua berjalan seperti biasanya. Pun dengan orang-orang yang tetap ramai memarkirkan kendaraan mereka yang memenuhi separuh jalan raya. Satu yang pasti, pasar di kampung kami tak pernah sepi oleh pengunjung. Continue reading