Sambutan Dari Solo

Waktu menunjukan pukul lima pagi. Dari jendela kamar di lantai tiga ini, saya bisa melihatĀ  terang dan redupnya lampu penerangan jalan setiap beberapa menit sekali.

Riuh orang-orang yang sedang berbicara seakan jelas terdengar di telinga. Walau saya berada di atas bangunan tiga lantai ini. Sesekali, saya melirik dan melihat cahaya terang dari balik tiraiĀ  jendela kamar yang sepertinya sudah lama tidak ditempati ini.

Tubuh sebenarnya sudah sangat lelah namun entah mengapa saat sudah benar-benar berada di atas kasur, rasa mengantuk belum juga menghinggap. Continue reading

Ibu Sumirah dan Batiknya

Berada di ujung barat Banjarnegara, Desa Panerusan Wetan masuk dalam Kecamatan Susukan. Sebuah Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Banyumas di sebelah barat. Jalur yang saya lewati pun berada pada jalan provinsi. Membentang dari Banyumas-Banjarnegara hingga Semarang.

Saya sebenarnya pernah dua kali berkunjung ke desa yang penuh dengan potensi dan budaya ini. Beberapa waktu yang lalu pernah mengikuti acara tahunan yaitu Nyadran Gede dan Festival Ujungan. Keduanya berada di Desa Gumelem Wetan dan Kulon. Bertetanggaan dengan Desa Panerusan Wetan dan Kulon. Keempatnya sama-sama menjadi sentra batik khas Banjarnegara. Continue reading

Kunang Kunang di Bukit Sikunang

Tiba-tiba sepeda motor saya hentikan, saat di depan sana menemui jalan dua arah. Satu menurun dan yang lainnya menanjak. Sejenak saya menghela nafas dan mencoba mengecek aplikasi google maps di layar gawai.

Bukannya menemukan titik terang, malah sebaliknya. Pusing. Ya, saya adalah tipe orang yang sebenarnya tidak bisa membaca peta.

Pernah kejadian beberapa tahun yang lalu saat tersesat di tengah hutan. Beberapa puluh menit hanya berputar-putar. Sementara hujan dan sore semakin mendekat. Baca cerita [lost in gandong waterfall] pengalaman saat tersesat mencari curug di tulisan ini!!.

Continue reading

Apa Kabar Mustika Keramik Klampok?

Terakhir kali menginjakkan kaki di Mustika Keramik Klampok beberapa tahun yang lalu bersama Faizal Arif Santosa, salah seorang blogger yang saya kenal karena famtrip. Kini saya sudah di sini, di tempat ini kembali. Romansa kembali terulang. Kembali bersama teman-teman baru dari berbagai daerah dan ragam profesi.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara lah yang membawa saya ke sini. Semuanya masih sama, berhenti pada jalanan lebar yang menghubungkan Banjarnegara dengan Purwokerto hingga Semarang. Pun dengan kondisi di kanan kirinya berupa deretan kios-kios yang memajang hasil karya keramik beraneka bentuk dan ukuran. Semuanya masih sama, masih sepi saja.

Cerita mengenai kunjungan ke Mustika Keramik Klampok, sejarah berdirinya hingga bertahan detik ini, sudah saya tulis lengkap di sini.

Continue reading

pasar lodra jaya

Menilik Rintisan Pasar Wisata Lodra Jaya

Saat sekarang ini, berwisata seakan menjadi sebuah kebutuhan setiap akhir pekannya. Berbagai macam tempat wisata buatan, alam, edukasi, dll selalu dipenuhi oleh para wisatawan. Dengan memanfaatkan generasi milenial yang haus akan eksistensi di sosial media maka pemerintah seakan sedang gencar untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan baik itu lokal maupun mancanegara. Destinasi-destinasi wisata baru pun bermunculan.

Lebih spesifik lagi, kini banyak bermunculan pasar-pasar tematik tradisional di wilayah Jawa Tengah. Sebut saja Pasar Papringan di Temanggung, Pasar Karetan di Kendal, Pasar Kumandang di Wonosobo. Kesemuanya menyasar generasi milenial dan pemerintah menyebutnya sebagai rintisan destinasi wisata digital. Memanfaatkan sosial media untuk mempopulerkan pasar-pasar tadi.

Baca juga cerita mengenai Pasar Manis di sini. Continue reading