Featured post

Giveaway Blog ndayeng

September 2014, untuk pertama kalinya blog ndayeng mengudara di jagat dunia online. Jujur, saat itu terpikir untuk membuat blog karena terpengaruh berkunjung dan membaca-baca travel blogger yang sudah terkenal.

Kemudian saya berpikir, sepertinya menarik juga ikutan bikin travel blog. Walaupun sebenarnya itu bertolak belakang dengan saya yang saat itu jarang sekali pergi-pergi (sekarang juga tidak sering).

Dipilihlah wordpress. Saya suka dengan tampilannya yang bersih, dan banyaknya pilihan tema. Sama seperti segala sesuatu yang masih dalam tahap awal, tampilan, tulisan dan lain-lainnya masih norak.

Semuanya dikerjakan sendiri, tahap demi tahap berbekal tutorial dari Google. Kalau diingat, saya bersyukur karena membidani sendiri blog ndayeng dengan segala keterbatasan. Tahu bagaimana pusingnya berjam-jam menatap layar komputer dari hasil pinjam demi mengatur widget blog. Continue reading

Mengingat Kembali Rasa Gurih Nasi Liwet Solo

Pagi itu, suasana emperan pertokoan yang berada tak jauh dari Pasar Gede Harjonagoro terlihat lengang. Lalu lalang kendaraan pun tak seramai pagi kemarin. Maklum, ini hari minggu. Banyak pertokoan yang memilih menutup tempat usahanya, rehat sejenak dari berburu pundi-pundi rupiah.

Hanya sesekali terlihat mobil bak terbuka lewat dan sisanya banyak orang-orang yang memakai pakaian olahraga, sepeda gunung yang wira-wiri tak jauh dari jalan di sekitar Pasar Gede. Continue reading

Cara Mengurus STNK dan TNKB Baru di Kantor SAMSAT

Tinggal di desa, sepeda motor menjadi salah satu sarana transportasi yang paling bisa diandalkan. Hampir semua tempat wisata yang saya datangi rata-rata ditempuh menggunakan sepeda motor. Selain hemat waktu, irit dan punya waktu yang leluasa, sepeda motor seakan menjadi sebuah kebutuhan dalam keseharian.

Untuk terus mendukung hobi menulis dan jalan-jalan, tentu wajib hukumnya untuk selalu merawat sepeda motor secara berkala dan juga surat-surat penting kendaraan. Tak lupa pajak yang harus dibayar setiap tahunnya. Kesemuanya agar saat di jalan raya, hati bisa nyaman dan tinggal fokus berkendara saja. Bukan karena takut terkena tilang, tapi lebih ke kesadaran diri sendiri.

Jadi ceritanya di bulan Desember akhir tahun ini masa berlaku STNK kendaraan bermotor saya sudah habis. Rasanya sudah menjadi kewajiban sebagai Warga Negara Indonesia yang baik untuk membayar pajak.   Continue reading

Sambutan Dari Solo

Waktu menunjukan pukul lima pagi. Dari jendela kamar di lantai tiga ini, saya bisa melihat  terang dan redupnya lampu penerangan jalan setiap beberapa menit sekali.

Riuh orang-orang yang sedang berbicara seakan jelas terdengar di telinga. Walau saya berada di atas bangunan tiga lantai ini. Sesekali, saya melirik dan melihat cahaya terang dari balik tirai  jendela kamar yang sepertinya sudah lama tidak ditempati ini.

Tubuh sebenarnya sudah sangat lelah namun entah mengapa saat sudah benar-benar berada di atas kasur, rasa mengantuk belum juga menghinggap. Continue reading

Ibu Sumirah dan Batiknya

Berada di ujung barat Banjarnegara, Desa Panerusan Wetan masuk dalam Kecamatan Susukan. Sebuah Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Banyumas di sebelah barat. Jalur yang saya lewati pun berada pada jalan provinsi. Membentang dari Banyumas-Banjarnegara hingga Semarang.

Saya sebenarnya pernah dua kali berkunjung ke desa yang penuh dengan potensi dan budaya ini. Beberapa waktu yang lalu pernah mengikuti acara tahunan yaitu Nyadran Gede dan Festival Ujungan. Keduanya berada di Desa Gumelem Wetan dan Kulon. Bertetanggaan dengan Desa Panerusan Wetan dan Kulon. Keempatnya sama-sama menjadi sentra batik khas Banjarnegara. Continue reading